Berita Batu

Belasan Desa Kumuh Hantui Kota Batu, Mayoritas Lokasinya di Jantung Pusat Kota ini

Belasan Desa Kumuh Hantui Kota Batu, Mayoritas Lokasinya di Jantung Pusat Kota ini.

Belasan Desa Kumuh Hantui Kota Batu, Mayoritas Lokasinya di Jantung Pusat Kota ini
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustrasi - Belasan Desa Kumuh Hantui Kota Batu, Mayoritas Lokasinya di Jantung Pusat Kota ini. 

Belasan Desa Kumuh Hantui Kota Batu, Mayoritas Lokasinya di Jantung Pusat Kota ini

TRIBUNMADURA.COM, BATU – Masih ada 16 desa dan atau kelurahan di Kota Batu yang masuk dalam kawasan kumuh. Masih banyaknya kawasan kumuh di Kota Batu ini menjadi tantangan tersendiri Pemkot Batu untuk merealisasikan Program Kota tanpa Kumuh (Kotaku).

Hal tersebut diungkapkan Asisten Mandiri Kota Tanpa Kumuh Kota Batu Indra Budiyono.

Dikatakan Indra, kawasan kumuh di Kota Batu disebabkan karena tidak layaknya sanitasi, persampahan, drainase, rumah tidak layak, jalan lingkungan, hingga ketersediaan ruang terbuka hijau. Di sisi lain juga masih belum adanya SK Kumuh.

"Memang banyak indikatornya, maka dari itu harus melibatkan lintas sektoral OPD," jelas Indra, Kamis, (9/10/2019).

Saat ditanya kawasan mana saja yang masuk kawasan permukiman, Indra menjelaskan rata-rata daerah di pusat kota. Seperti Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, Kelurahan Ngaglik, dan Desa Pesanggrahan.

Sementara kawasan bebas kumuh dicontohkan seperti Desa Gunungsari, Desa Junrejo dan Desa Sumber Brantas.

Menurut Indra, kendala selama ini untuk mewujudkan Kotaku adalah kurangnya peran serta masyarakat dan infrastruktur  yang belum memadai. Kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesadaran masyarakat.

"Meski setiap tempat memiliki potensi kumuh, kita harus mencegahnya. Kalau dibiarkan saja bisa jadi kawasan kumuh. Jangan membuang sampah sembarangan, kelola sampah dengan baik," jelasnya.

Kabid Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu Endro Wahyu mengaku jika SK kumuh masih dalam proses. Sekarang sudah ada di Bagian Hukum Setda Kota Batu.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved