Berita Pamekasan

Dinkes Pamekasan Tunggu Surat Resmi BPOM Soal Penarikan Obat Ranitidin dari Peredaran Pasar

Dinas Kesehatan Pamekasan masih menunggu surat resmi penarikan produk obat Ranitidin.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Dinas Kesehatan Pamekasan, Madura, Jumat (11/10/2019). 

Dinas Kesehatan Pamekasan masih menunggu surat resmi penarikan produk obat Ranitidin

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Plt Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Farid Anwar membeber alasan Dinkes Pamekasan belum menarik produk obat Ranitidin yang beredar di apotek dan puskesmas.

Farid Anwar mengaku, Dinkes Pamekasan masih belum mendapat surat resmi penarikan produk obat Ranitidin dari BPOM.

"Surat resmi masih belum kami terima terkait edaran itu," kata Farid Anwar kepada TribunMadura.com, Jumat (11/10/2019).

Baru Selesai Mandi, Suami Terkejut Lihat Ulah Sang Istri di Dapur, Kain dan Sandal Jadi Saksi Bisu

Dua Kali Melahirkan, Wanita Keterbelakangan Mental Diduga Jadi Korban Rudapaksa, Kades Lapor Polisi

Namun, jika surat resmi dari BPOM sudah diterima, Farid Anwar berjanji langsung melakukan penarikan obat Ranitidin tersebut.

"Karena edaran terkait penarikan obat itu masih sebatas beredar di media sosial kan," ujarnya.

Belakangan ini, produk obat Ranitidin tengah menjadi sorotan.

Itu terjadi setelah produk obat Ranitidin diketahui terkontaminasi NDMA.

Melansir Kompas.com, zat N-nitrosodimethylamine (NDMA) bisa memicu timbulnya sel kanker.

Baru Saja Digelar Hendak Bersenang-Senang, Pintu Kamar Tiba-Tiba Terbuka dan Wajah Memelas

Pemprov Jatim Gelar Operasi Mata Katarak Gratis Peringati HUT Jawa Timur ke-74, Targetkan 5000 Warga

Sementara itu, melansir dari akun resmi Instragram milk BPOM RI (@bpom_ri), BPOM menggelar konpers bersama dengan Ikatan Apoteker Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia, Jumat (11/10/2019).

Konferensi itu membahas perkembangan lebih lanjut dari hasil uji terhadap cemaran NDMA pada produk obat Ranitidin.

BPOM sebelumnya sempat mengeluarkan penjelasan terkait 5 jenis produk beserta nomor bets produk Ranitidin yang terdeteksi mengandung cemaran NDMA melebihi ambang batas yang diperbolehkan, yaitu 96 ng/hari, Jumat (4/10/2019) lalu.

Pada konpers itu, Kepala BPOM RI, Penny K Lukito menyampaikan, seluruh industri farmasi pemegang izin edar produk Ranitidin di Indonesia telah diperintahkan untuk melakukan recall dan penghentikan sementara proses produksi dan distribusi produknya.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved