Breaking News:

Berita Surabaya

Geng Remaja Marak di Surabaya dan Sering Tawura, Ini Cara Taktis Pemkot Surabaya untuk Meredamnya

Geng Remaja Marak di Surabaya dan Sering Tawura, Ini Cara Taktis Pemkot Surabaya untuk Meredamnya

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA.COM/DELYA OKTAVIE
Wali Kota Surabaya Risma saat memberikan pengarahan kepada anggota geng di Surabaya yang kerap tawuran. 

"Pertama kali saja ini. Kapok, nggak ada untungnya," ucapnya dengan raut sedih.

Ketika diminta Risma untuk menuliskan cita-citanya di selembar kertas, ia pun menulis ingin menjadi tentara.

"Ingin jadi tentara seperti kakek. Harus sekolah yang sukses dan nurut sama orang tua," katanya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, meminta tawuran yang mengganggu keamanan dan ketertiban itu tidak boleh terjadi lagi.

Bahkan, ia juga memastikan bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, pihaknya lebih tahu pergerakan dari geng-geng ini, sehingga beberapa kali dibubarkan oleh pihak kepolisian.

“Jadi, kami bisa memonitor adik-adik ini, makanya kami bubarkan,” ujarnya.

Sandi menambahkan, keroyokan itu tidak keren dan bukan anak-anak milenial yang mau maju dan berprestasi.

Oleh karena itu, dia mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga anak-anak ini.

Sebelumnya, Jawara dan All Star nyaris tawuran pada Minggu (6/10/2019), tapi berhasil digagalkan polisi.

Camat Sawahan, M. Yunus, menyebut dirinya sudah mengawasi gerak-gerik geng ini cukup lama, sampai mampu mendapat informasi dari grup WhatsApp mereka.

Rupanya, dalam geng-geng tersebut, ada 10 orang yang berasal dari Sawahan.

"Ini kan memang kelompok kecil-kecil dari berbagai kecamatan, termasuk Semampir dan Morokrembangan.

Saya sudah lapor secara tertulis pada bu wali apa saja informasi yang saya dapat," jelas Yunus. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved