Breaking News:

Berita Tulungagung

Santri Tulungagung Mau Kabur dari Ponpes, Awalnya Dibantu Tapi Akhirnya Dicabuli Dua Pria Bergiliran

Dua pemuda di Kabupaten Tulungagung berniat membantu seorang santriwati kabur dari pondok pesantren.

Istock via dnaindia.com
Ilustrasi - Santri Tulungagung Mau Kabur dari Ponpes, Awalnya Dibantu Tapi Akhirnya Dicabuli Dua Pria Bergiliran 

Dua pemuda di Kabupaten Tulungagung berniat membantu seorang santriwati kabur dari pondok pesantren

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Polisi dari Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung menangkap dua terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Keduanya adalah Tri Kurniawan Efendi (22), warga Desa ketanon Kecamatan Kedungwaru dan Cokro Aminoto (22), warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru.

Dalam kasus itu, kedua pelaku diduga melakukan pencabulan kepada korban bernama NA (14), seorang santriwati di Kabupaten Tulungagung.

Warga Hendak Buang Air Besar di Sungai, Malah Pergoki Kepala Desa Selingkuh, Istri Tau Berkat Surat

Air Bengawan Solo Mengering, Warga Tuban Nyeberang ke Bojonegoro Tak Perlu Lagi Perahu Tambang

Cokro mengaku, awalnya berniat menolong NA yang kabur dari pondok pesantren bersama seorang temannya, Sabtu (26/10/2019) malam.

“Waktu itu dia jalan berdua sama temannya di Pinka (pinggir kali). Temannya mimisan terus minta tolong,” ucapnya, Kamis (31/10/2019).

Saat itu, ia bersama Kurniawan sempat mengajak NA dan temannya makan.

Cokro kemudian berjanji mau membantu NA kabur dari pondok pesantren.

Untuk sementara waktu, NA diajak ke rumah Cokro yang sedang kosong.

“Saat itu saya tawari diantar ke rumah orang tuanya, tapi dia menolak," ucap Cokro.

Lihat Ibunya Dianiaya Sang Ayah, Anak Ini Ambil Gunting dan Tusuk Punggung Korban Berkali-Kali

Ponpes Tarbiyatunnasyiin Ungkap Alasan Oknum Keamanan Pesantren Aniaya Santri, Beber Perilaku Korban

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved