Berita Pamekasan

Pelatihan Jurnalistik Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan, Pemateri Bagikan Pengalamannya

Acara tersebut digelar di Auditorium IAI Al-Khairat Pamekasan yang berada di Jalan Raya Palengaan (Palduding), nomor 2 Pamekasan.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Muchsin Rasid (Kanan) saat menjadi pembicara pelatihan jurnalistik di Auditorium IAI Al-Khairat Pamekasan yang berada di Jalan Raya Palengaan (Palduding), nomor 2 Pamekasan, Selasa (5/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Jurnalis Harian Surya, Muchsin Rasid menjadi salah satu pemateri dalam Pelatihan Jurnalistik yang digagas Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (EBIS) Universitas Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Madura, Selasa (5/11/2019).

Acara tersebut digelar di Auditorium IAI Al-Khairat Pamekasan yang berada di Jalan Raya Palengaan (Palduding), nomor 2 Pamekasan.

Muchsin yang juga merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, saat menjadi pemateri, berbagi pengalamannya seputar kehidupan seorang jurnalis.

Ia sekaligus memaparkan ilmu jurnalitsik yang sesuai kaidah dan kode etik kepada ratusan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Madura yang hadir dalam pelatihan jurnalisitik tersebut.

Pengurus DEMA Fakultas EBIS IAI Al-Khairat Pamekasan, Syarif Habibullah mengatakan, kegiatan ini sengaja pihaknya gelar dalam rangka memberikan pemahaman sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk giat membaca dan menulis.

Mau Mandikan Jenazah, Warga Kaget Lihat Hal Tak Wajar di Tubuh Mayat, Terungkap Fakta Mengejutkan

Inilah Fakta Sebenarnya Pembunuhan Sadis Surono Warga Jember yang Jasadnya Dicor di Kuburan Musala

Rumah Sering Dibuat Pesta Tiap Malam, Bikin Tetangga Sudah Tau Kebiasaannya, Barangnya Berserakan

"Dalam pelatihan jurnalistik kali ini, Tema yang kita angkat yakni ‘Dengan Menulis, Dunia Mengenal Kita," katanya.

Selain itu ia mengutarakan, jika pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman menulis semata.

Tetapi juga lebih di titik beratkan pada konten berita.

“Memasuki era disrupsi seperti saat ini, sudah semestinya kita bisa memilah dan memilih mana berita yang layak kita konsumsi,” ujarnya.

“Sebab selama ini sangat banyak masyarakat, tidak terkecuali mahasiswa justru terjebak dengan berbagai informasi yang tidak jelas sumber dan kompetensinya. Apalagi di era seperti sekarang, yakni era 4.0 kita justru dengan mudah mendapatkan berbagai informasi beragam. Sehingga dibutuhkan pemahaman bijak untuk meng-share berita yang layak atau tidak,” sambung dia.

Lebih lanjut, Syarif Habibullah berharap kegiatan pelatihan jurnalistik itu bisa menjadi langkah awal ataupun pengembangan wawasan dan pengetahuan seputar dunia jurnalistik.

Viral Foto Mitsubishi Pajero Terparkir di Depan Rumah, Ternyata Milik Seorang Personel Duo Semangka

Minta Bibinya Buatkan Makanan Saat Pagi Hari, Pria Manado Ditemukan Tak Bernyawa di Dapur Rumahnya

Kamar Kos Jadi Andalan Pesta SPG Bersama Temannya, Ngaku Sudah Setahun Demi Stamina Bekerja

Sekaligus para mahasiswa yang ikut dalam pelatihan ini diharapkan dapat memilah dan memilih mana berita yang layak ataupun berita yang hanya menekankan pada opini publik semata.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menambah wawasan bagi mahasiswa, khususnya dalam memilah mana berita yang baik atau tidak. Apalagi seorang pewarta juga memiliki tugas, kewajiban hingga kode etik yang dijunjung tinggi demi menghasilkan sebuah informasi berimbang dan kompetebel,” harapnya.

Sementara salah satu narasumber, Muchsin Rasid mengaku sangat terkesan dengan antusiasme mahasiswa yang menjadi peserta pelatihan jurnalistik.

Bahkan menurutnya, rasa ingin tahu mahasiswa sangat tinggi dalam bidang menulis, termasuk memahami nilai informasi dalam sebuah berita.

“Saya pribadi sangat senang dengan antusiasme adik-adik mahasiswa peserta pelatihan Jurnalistik ini, mereka sangat antusias untuk mengetahui berbagai hal tentang sebuah berita. Termasuk saat sesi tanya jawab yang berlangsung seru dan tertib,” katanya.

Lebih lanjut Muchsin berpesan, agar mahasiswa terus mempertahankan budaya literasi, sekaligus merealisasikan berbagai nilai yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi.

“Memahami sebuah esensi jauh lebih penting dibandingkan substansi, sehingga membudayakan literasi merupakan hal penting bagi mahasiswa di perguruan tinggi,” sarannya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved