Breaking News:

Berita Tulungagung

Dua Gadis ini Diajak Empat Pria Pesta Miras Saat Nongkrong, Lalu Dicabuli Bergantian di Tepi Sungai

Kejadian itu bermula saat Mawar (15) dan Melati (14) sedang nongkrong di sebuah Warkop di kawasan Pinggir Kali.

Penulis: David Yohanes | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
thenewsminute.com
Ilustrasi - Dua Gadis ini Diajak Empat Pria Pesta Miras Saat Nongkrong, Lalu Dicabuli Bergantian di Tepi Sungai 

Usai Beton melakukan perbuatan tak senonoh itu, Abet dan AA melakukan hal yang sama secara bergantian.

“Jadi Mawar ini mendapatkan perlakuan tak senonoh dari tiga orang secara bergilir,” imbuh AKBP Eva Guna Pandia.

Beton kemudian mengedipkan lampu senter sebagai tanda kepada Rizal.

Saat itu, Rizal dan Melati memang berada di tempat terpisah, berjarak sekitar 20 meter.

Kedipan lampu senter itu menjadi tanda bahwa Beton telah selesai menyalurkan hasrat seksualnya.

Lalu, tibalah giliran Rizal untuk melakukan hal yang sama kepada Melati.

Main Air di DAM Bareng Teman-Temannya, Dua Bocah SD Terpeleset dan Ditemukan Tewas Tenggelam

Janda di Surabaya Ditipu Kekasihnya Agar Jual Narkoba untuk Beli Obat, Padahal Idap Penyakit Dalam

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia menginterogasi Beton, tersangka rudapaksa yang ditangkap, Rabu (6/11/2019).
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia menginterogasi Beton, tersangka rudapaksa yang ditangkap, Rabu (6/11/2019). (TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES)

“Setelah melihat kedipan senter itu, Rizal merayu Melati," ucap AKBP Eva Guna Pandia.

"Tapi karena ditolak, Rijal melakukan pemaksaan kepada Melati,” tutur dia.

Lebih jauh, AKBP Eva Guna Pandia menyatakan, meski AA masih anak-anak, proses hukum kepadanya akan terus berlanjut.

Sebab, ancaman hukuman perkara ini di atas tujuh tahun, sehingga tidak bisa didiversi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved