Berita Pamekasan

Guna Pelayanan dan Perlindungan Anak, Pemkab Pamekasan Terbitkan Kartu Identitas Anak (KIA)

Meski demikian pihaknya berjanji untuk tahun 2020 mendatang akan melayani pembuatan KIA dari semua wilayah yang tersebar di 13 kecamatan.

Guna Pelayanan dan Perlindungan Anak, Pemkab Pamekasan Terbitkan Kartu Identitas Anak (KIA)
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Sejumlah siswa di Pamekasan yang sudah mendapatkan KIA, Kamis (7/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Diterbitkannya Kartu Identitas Anak (KIA) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukpencapil) masih difokuskan di dua kecamatan.

Dua kecamatan itu yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Pademawu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadispendukcapil Pamekasan, Mohammad Alwi mengatakan, mengenai mekanisme dalam pemberian KIA tahun 2019 ini dikhususkan untuk Kecamatan Kota dan Kecamatan Pademawu, sebab blanko KIA sangat terbatas.

Meski demikian pihaknya berjanji untuk tahun 2020 mendatang akan melayani pembuatan KIA dari semua wilayah yang tersebar di 13 kecamatan.

"Tujuan diberikannya KIA itu untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya untuk memberikan perlindungan warga Negara," katanya kepada TribunMadura.com, Kamis (7/11/2019).

Ia melanjutkan, manfaat dari KIA tersebut sebagai persyaratan pendaftaran sekolah.

Sehingga para anak yang mendapatkan kartu bisa dengan mudah memberikan kartu indentitasnya.

"Tapi mayoritas dalam dokumen kependudukan adalah perubahan dokumen kependudukan menyesuaikan dengan ijazah dan paspor, ini yang paling banyak kami hadapi setiap hari," ujarnya.

"Seharusnya pembuatannya harus berdasar dokumen kependudukan seperti KK, Akte Kelahiran dan E-KTP,” sambung dia.

Mohammad Alwi berharap dengan diterbitkannya KIA yang diberikan terhadap masing-masing anak di daerah Pamekasan mampu mengoptimalkan penertiban administrasi.

Terutama mengenai penulisan indentitas, baik dalam rapor siswa, Ijazah ataupun di dokumen penting lainnya.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kesalahan penulisan di dokumen sepeti raport ijazah, dan paspor,” harapnya.

Sandiwara Pembunuhan Pria Jember Terbongkar Berkat Mimpi, Juga Kisah Kerja di Bali dan Nikah Lagi

Mendikbud Nadiem Makarim Tiba di SDN Gentong Pasuruan, Keliling Ruang Kelas dan Gelar Rapat Tertutup

Tokoh Perempuan yang Dinilai Layak Pimpin Sidoarjo, Ada Arumi hingga Istri Manajer Madura United

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved