Berita Sumenep

Polres Sumenep Tangkap Dua Warga Atas Kasus Kericuhan Pilkades Serentak di Desa Juruan Laok

Dua warga diduga terlibat peristiwa kericuhan pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 di Desa Juruan Laok.

Polres Sumenep Tangkap Dua Warga Atas Kasus Kericuhan Pilkades Serentak di Desa Juruan Laok
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Kericuhan pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Kamis (7/11/2019). 

Dua warga diduga terlibat peristiwa kericuhan pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 di Desa Juruan Laok

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Polres Sumenep menangkap dua warga dalam kericuhan pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Kamis (7/11/2019).

Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin mengatakan, keduanya ditangkap karena diduga terlibat peristiwa kericuhan dan pengerusakan saat kejadian itu.

"Dua orang kami amankan dalam kericuhan Pilkades Serentak di Desa Juruan Laok," kata AKBP Muslimin.

Pilkades Serentak di Desa Juruan Laok Diwarnai Kericuhan, Kapolres Sumenep Cari Faktor Penyebabnya

Tinggal Pergi, Rumah Warga Tuban Dilahap si Jago Merah, Pemilik Lupa Matikan Kompor saat Masak Air

"Dan saat ini dua orang warga itu masih kami periksa di Polres," sambung dia.

AKBP Muslimin mengatakan, sejumlah barang di area lokasi itu ikut diamankan sebagai barang bukti dalam kasus Pilkades Serentak 2019 ini.

"Kami juga mengamankan sejumlah barang di lokasi kejadian sebagai barang bukti," katanya.

Kabarnya, dua warga yang diduga terlibat dalam pengerusakan fasilitas Pilkades Serentak itu di antaranya, Suro dan Tolak.

Kabarnya, mereka akan dijemput di Kantor Polres Sumenep.

Mengenal Kue Potoh Mangkok, Makanan Tradisional Warga Proppo Pamekasan, Hidangan Wajib untuk Tamu

"Hari ini informasinya massa dari Desa Juruan Laok mau jemput dua orang tersebut ke Polres Sumenep," kata warga yang namanya minta tidak dituliskan kepada TribunMadura.com.

Namun, informasinya, sejumlah massa tidak ingin jika keduanya dibebaskan tanpa proses hukum.

"Massa lainnya juga sudah siap menolak penjemputan dua orang itu di Polres Sumenep," ungkap pria Desa Juruan Laok itu,

"Alasannya, karena itu sudah menghambat pelaksanaan Pilkades dan merusak fasilitas," paparnya.

Tiga Model Muda Pamekasan Raih Juara Ajang Andima Model Hunt se-Jawa Timur, Ini Daftar Raihannya

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved