Berita Surabaya

Stadion Kanjuruhan Malang Dinilai Belum Penuhi Syarat sebagai Venue Alternatif Piala Dunia U-20

Stadion Kanjuruhan dinilai tidak mungkin menjadi venue alternatif Piala Dunia U-20 2021.

Stadion Kanjuruhan Malang Dinilai Belum Penuhi Syarat sebagai Venue Alternatif Piala Dunia U-20
TRIBUNMADURA/DYA AYU
Penonton di Stadion Kanjuruhan Malang sepi, saat laga Persela Vs Persita Tangerang pada babak penyisihan Piala Presiden 2019 Grup E, Senin (4/3/2019) sore. 

Stadion Kanjuruhan dinilai tidak mungkin menjadi venue alternatif Piala Dunia U-20 2021

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sekretaris PSSI Jatim, Amir Burhannudin angkat bicara terkait usulan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait venue alternatif Piala Dunia U-20 2021.

Amir Burhannudin menilai, usulan Khofifah Indar Parawansa menjadilan Stadion Kanjuruhan sebagai venue alternatif Piala Dunia U-20 tidak mungkin terjadi.

Ia menyebut, saat ini, Stadion Gelora Bung Tomo menjadi satu-satunya stadion di Jawa Timur yang mendekati standart FIFA.

Pemkot Gelar Kerja Bakti di Stadion Gelora Bung Tomo, OPD hingga Bonek Antusias Ikut Kegiatan

Selain Bau Sampah, Akses Jalan Menuju Stadion Gelora Bung Tomo Juga Dinilai Perlu Diperbaiki

"Untuk training site memungkinkan," kata Amir Burhannudin saat ditemui di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/11/2019).

"Tapi untuk stadion utama, sepanjang pengalaman kami, tidak mungkin pindah (ke Kanjuruhan)," sambung dia.

"Kita ketahui yang paling mendekati standar FIFA hanya GBT. Itupun dengan seabrek catatan," imbuhnya.

Selain itu, Amir Burhannudin mengatakan, usulan Khofifah Indar Parawansa sudah terlambat.

Rasiman Sebut Tiga Pemain Arema FC yang Patut Waspadai Madura United, Ada Hamka Hamzah hingga Konate

Menurut Amir Burhannudin, mekanisme pemilihan venue telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

"Usulannya (dari Khofifah) sudah terlambat karena kita sudah running ini sejak tiga bulan sebelum pengumunan kemarin," jelas pria asal Tuban itu.

Ia berharap kedepannya akan mengajak pihak Pemkot dan Pemprov untuk duduk bareng agar tidak terjadi miskomunikasi yang menyebabkan polemik.

"1-2 pekan ini kita akan mengundang seluruh kepala daerah yang jadi 'house city' di pelaksaan Piala Dunia agar bisa sejalan untuk konsentrasi benahi catatan dari FIFA," tutupnya.

Milomir Seslija Minta Arema FC Tampil Maksimal Saat Jamu Madura United, Tak Andalkan Keberuntungan

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved