Breaking News:

Berita Surabaya

Polda Jatim Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Atap SDN Gentong Ambruk, Sebut Ada Indikasi Korupsi

Dua orang pelaksana pekerja bangunan ditetapkan sebagai tersangka kasus ambruknya atap SDN Gentong.

TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Ruang kelas UPT SDN Gentong di Jalan KH Saepuh, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (5/11/2019). 

Dua orang pelaksana pekerja bangunan ditetapkan sebagai tersangka kasus ambruknya atap SDN Gentong

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ditreskrimsus Polda Jatim menetapkan dua orang pelaksana pekerja bangunan sebagai tersangka kasus ambruknya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan.

Dalam kasus itu, Polda Jatim menetapkan Dedi Seto selaku kontraktor dan pengawas sebagai terangka.

Kemudian, mandor pelaksana pengerjaan bangunan SDN Gentong bernama Sutaji juga turut ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim.

Dikira Gempa, Dentuman Keras Misterius di Malang Buat Warga Terkejut, Sebuah Rumah dan Warung Hancur

Ibu Cari Anaknya Akan Berangkat Kerja, Saat di Halaman Belakang, Ibu Histeris Lihat Posisi Anaknya

Aksi Tak Terduga Pemuda di Belakang Rumah Buat Sang Ibu Geleng Kepala, Awalnya Cuma Pamit Buang Air

Tersangka kasus atap SDN Gentong ambruk saat berada di Kantor Polda Jatim, Senin (11/11/2019).
Tersangka kasus atap SDN Gentong ambruk saat berada di Kantor Polda Jatim, Senin (11/11/2019). (TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI)

Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan memastikan, belum ada penambahan tersangka kasus  ambruknya atap SDN Gentong.

"Terkait pasal 359 masih 2 tersangka ini," kata Kombes Pol Gidion Arif Setyawan di Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (11/11/2019).

Namun, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya indikasi praktik korupsi.

Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menuturkan, indikasi praktik korupsi bisa saja terjadi di balik pengadaan pengerjaan renovasi atap bangunan kelas SDN Gentong.

Mendikbud Nadiem Makarim Tiba di SDN Gentong Pasuruan, Keliling Ruang Kelas dan Gelar Rapat Tertutup

"Iya ada indikasi korupsi, tapi tidak kami yang menangani," jelas Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

Kendati begitu, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan melanjutkan, perihal konteks uang swakelola pembangunan, perencanaan awal, pengadaan material bangunan, akan ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Konteks swakelola, perencaanan pengerjaan, pengadaannya ranahnya Diresrimsus Polda Jatim," kata Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

"Fokus Ditreskrimum Polda Jatim karena ada yang meninggal dunia," pungkasnya.

Atap Kelas SDN Gentong Ambruk, Kepala Sekolah Sering Dapat Teror Misterius dan Diminta Sejumlah Uang

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved