Breaking News:

Teror Bom Medan

Imbas Teror Bom Medan, Driver Ojol Tak Boleh Masuk Polres Madiun, Tamu Juga Diperiksa Secara Ketat

Satu di antaranya dengan melarang jasa ojek online atau jasa pengiriman barang, masuk ke dalam Mako Polres Madiun Kota untuk mengantar barang.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
Petugas kepolisian memeriksa setiap tamu yang masuk ke Kantor Polres Madiun, Rabu (13/11/2019). 

Imbas Teror Bom Medan, Driver Ojol Tak Boleh Masuk Polres Madiun, Tamu Juga Diperiksa Secara Ketat

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Pasca ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019) kemarin, Polres Madiun Kota meningkatkan kewaspadaan.

Satu di antaranya dengan melarang jasa ojek online atau jasa pengiriman barang, masuk ke dalam Mako Polres Madiun Kota untuk mengantar barang.

"Itu kebijakan dari pusat, intinya apabila ada pelayanan dari ojek online atau atau jasa pengiriman barang lainnya, tidak boleh masuk mako.

Tetapi di depan mako saja, tidak sampai masuk," kata Kasat Intelkam Polres Madiun Kota, AKP Herlinarto, ketika dikonfirmasi, Kamis (14/11/2019) pagi.

Jukir Pukuli Ibu-Ibu yang Mengeluarkan Motor Honda Vario Viral di Facebook, Ternyata ini Penyebabnya

Mau ke Sawah, Warga Sidoarjo Temukan Hal Mengerikan di Tengah Jalan: Paving jadi Saksi Bisu

Berdiri di Tepi Jalan Raya Jombang-Malang, Lilik Bernasib Tragis Karena Mobil Honda Jazz Emak-emak

Dia menuturkan, kebijakan dari Mabes Polri itu merupakan langkah antisipasi.

Sebab, seperti diketahui, pada peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11/2019) kemarin, pelaku menyamar sebagai driver ojek online.

"Bukan maksudnya mendiskreditkan ojek online, tetapi ini merupakan langkah antisipasi.

Tidak kita izinkan, karena kebetulan kemarin itu penyamaran pelaku bom bunuh diri mengggunakan jaket ojek online, jadi mungkin ada kebijakan untuk antisipasi pengamanan, untuk meminimalisir kerawanan yang teradi di dalam mako, salah satunya ya itu," jelasnya.

Herli menjelaskan, dengan kebijakan ini, maka apabila ada anggota yang memesan barang atau makanan menggunakan jasa ojek online atau jasa pengiriman barang lainnya, barang diambil di luar mako atau di pos pintu penjagaan.

Sementara itu, pengamanan di pos pintu oenjagan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang sudah ada.

Setiap tamu yang datang diperiksa, diminta melepas jaket, dan diperiksa barang bawaanya ketika akan masuk ke dalam Mako Polres Madiun Kota. (rbp)

Daftar Harga Rekomendasi HP Terbaik November 2019, Mulai dari Samsung, Redmi dan Vivo, Cek Harganya

7 Tahun Buron, Mantan Bos Pertamina Terpidana Kasus Korupsi Tak Berkutik Ditangkap di Kota Malang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved