Breaking News:

Berita Surabaya

PWI Jatim Lapor Kapolda soal Tindakan Polisi terhadap Duta Masyarakat saat Eksekusi Gedung Astranawa

Surat kabar harian Duta Masyarakat dipastikan tidak bisa terbit selama tiga hari sejak eksekusi Gedung Astranawa.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Juru sita Pengadilan Negeri Surabaya saat mengosongkan dan mengeksekusi Gedung Astranawa di Gayungsari, Surabaya, Rabu, (13/11/2019). 

Surat kabar harian Duta Masyarakat dipastikan tidak bisa terbit selama tiga hari sejak eksekusi Gedung Astranawa

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Eksekusi Gedung Astranawa di Jalan Gayungsari, Kota Surabaya, oleh juru sita Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (13/11/2019), menyisakan masalah.

Infrastruktur kerja Kantor redaksi Harian Duta Masyarakat di Gedung Astranawa menjadi berantakan setelah adanya ekseskusi oleh juru sita yang didukung ratusan aparat kepolisian.

Kinerja keredaksian surat kabar harian Duta Masyarakat tersebut terganggu dan dipastikan tidak bisa terbit selama tiga hari sejak Kamis (14/11/2019) hingga Sabtu (16/11/2019).

Adi Ucil Pembalap Profesional Ditangkap Ikut Balapan Liar di Sidoarjo, Drag Race Surabaya Melayang

Daftar Harga Rekomendasi HP Terbaik November 2019, Mulai dari Samsung, Redmi dan Vivo, Cek Harganya

Wakil Ketua DPRD Jatim Kawal Eksekusi Gedung Astranawa, Jamaah Muslimat Langsung Gelar Istighosah

Menyikapi kondisi itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur bersama pimpinan media melakukan pertemuan dengan pimpinan redaksi Harian Duta Masyarakat dan seluruh karyawan di kantor PWI Jatim, Kamis (14/11/2019) 

"Hasil pertemuan itu menghasilkan sejumlah pernyataan sikap, yakni pertama, PWI Jatim bersama pimpinan media dan pimpinan redaksi Duta Masyarakat akan melaporkan perlakuan tidak selayaknya aparat kepolisian kepada redaksi harian Duta Masyarakat saat dalam proses eksekusi terhadap Gedung Astranawa itu kepada Kapolda Jawa Timur," kata Ketua PWI Jatim, Ainurrohim usai pertemuan.

Kedua, lanjut Ainurrohim, proses eksekusi Gedung Astranawa yang tidak mengindahkan keberadaan institusi media massa yakni harian Duta Masyarakat telah mengakibatkan kebebasan dan kemerdekaan pers terancam.

Apalagi, kegiatan keredaksian Duta Masyarakat terganggu dan tidak bisa menerbitkan koran selama tiga hari.

"Kejadian ini dikhawatirkan bisa menjadi preseden buruk dan ancaman baru terhadap kemerdekaan pers," tegas Air, sapaan akrab Ainurrohim.

Juru Sita Sukses Eksekusi Gedung Astranawa, Inilah yang akan Dilakukan PN Surabaya Selanjutnya

Selanjutnya, tambah Air, PWI Jatim akan memberikan fasilitas tempat dan infrastruktur lainnya kepada awak redaksi harian Duta Masyarakat agar tetap bisa bekerja dan menerbitkan kembali korannya.

Fasilitas itu diberikan hingga Duta Masyarakat mempunyai kantor dan infrastruktur permanen untuk proses kerja jurnalistik secara normal.

Sementara terkait polemik Gedung Astranawa, Ainurrohim menambahkan bahwa PWI Jatim mendorong pembentukan tim independen untuk melakukan kajian terhadap proses hukum yang terjadi dalam kasus eksekusi gedung tersebut.

Selain itu, PWI Jatim juga mendorong kepada para wartawan untuk melakukan peliputan terhadap perkembangan masalah Gedung Astranawa secara independen dan proporsional.

Hal itu dilakukan dengan tetap merujuk pada Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan regulasi lain mengenai pers nasional. (*)

Gedung Astranawa Dieksekusi dari Cak Anam, Berkas Partai PKNU Dikeluarkan, Juga Barang Penting ini

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved