Breaking News:

Cinta Ditolak Anak Pak Lurah, Pemuda ini Beli BBM Pertamax Lalu Bakar Mobil Toyota Avanza

Cinta Ditolak Anak Pak Lurah, Pemuda ini Beli BBM Pertamax Lalu Bakar Mobil Toyota Avanza

TRIBUNMADURA/RAHADIAN BAGUS
Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Surharyono, menunjukkan barang bukti mobil Toyota Avanza milik korban yang dibakar. 

"Dia (pelaku), kami tangkap di Gresik atau tepatnya di depan rumah korban. Itu setelah korban pura-pura mengajaknya janjian," kata Kasatreskrim Polres Blitar AKP Shodiq Efendi, Rabu (28/8) siang.

Menurutnya, kasus itu bermula dari pelaku bertemu di FB setelah lama berpisah. Yakni, sejak sama-sama lulus SMA, mereka tak pernah ketemu. Begitu bertemu di FB, mereka aktif chatting dan saling curhat, terkait masa lalunya. Entah bagaimana detailnya, mereka kian akrab.

"Ya, seperti biasanya lah. Awalnya ya chatting, baru setelah akrab kembali karena sekian tahun tak ketemu, akhirnya jadi kangen-kangenan. Buktinya, mereka akhirnya sering video call" ungkapnya.

Entah karena si pelaku yang pinter merayu atau ada hubungan apa keduanya, rupanya jarak bukan jadi halangan.

Termasuk, keduanya sudah sam-sama berkeluarga, juga bukan jadi penghalang. Memang, keduanya asli Blitar. Namun, kini sudah sama-sama berkeluarga dan sama-sama tinggal di luar Blitar. Yakni, si pelaku, yang asli Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar itu kini tinggal bersama istri dan anaknya, di Banyumas.

Sedang, si korban, yang juga asli Kabupaten Blitar itu, tinggal bersama suami dan anaknya di Kota Gresik. Entah bagaimana ketemunya, mereka berteman kembali di FB belum lama atau sekitar Januari 2019 lalu.

Namun, sejak ketemu di FB itu sepertinya mereka ada hubungan khusus. Mungkin saja, karena mereka itu sama-sama alumni se-SMA, sehingga mudah berkomuunikasi.

"Dalam komunikasi itu, rupanya mereka kebablasan. Sebab, pelaku sampai punya foto korban yang senonoh. Entah dari mana asalnya foto itu, kini masih kami selidiki asal-usulnya," ungkapnya.

Puncaknya, dalam berteman itu, ada masalah. Dan, celakanya, pelaku punya senjata buat mengancam korban. Katanya, si pelaku mengancam korban, akan menyebarkan foto seronoknya ke grup FB di teman-teman sekolah SMA-nya dulu.

Informasinya, itu karena si pelaku menaruh hati, namun tak ditanggapi korban. Alasan korban masuk akal karena mereka sudah sama-sama berkeluarga. Karena cintanya bertepuk sebelah tangan itu, akhirnya pelaku jengkel.

Tak berselang lama setelah korban tak menanggapinya, fotonya disebarkan. Korban diberi tahu teman SMA-nya, yang ada di Kota Blitar. Katanya, foto korban dengan pose senonoh tersebar di grup FB teman-teman se-SMA.

"Setelah diberi tahu kalau fotonya tersebar, korban datang ke teman-temannya yang ada di Kota/Kabupaten Blitar. Setelah tahu fotonya tersebar, korban ya malu, sehingga melaporkan pelaku," paparnya.

Kok tahu kalau yang menyebarkan fotonya itu pelaku, menurut Shodig, karena sebelumnya pelaku sudah mengancam ke korban.

Intinya, kalau menolak cintanya, pelaku akan menyebarkan foto bugilnya.Termasuk, katanya, korban pernah dimintai uang, namun tak mau memberi.

Karena itu, untuk memancing kedatangan pelaku, korban menghubunginya dengan pura-pura diajak janjian.

Tepat pada Senin (26/8) malam, pelaku yang tinggal di Banyumas itu datang ke rumah korban, yang ada di Kecamatan Manyar, Gresik. Begitu turun dari mobil sewaannya, pelaku langsung diamankan petugas, yang sudah menunggunya.

"Ia mengaku sudah berteman lama dan katanya tak ada paksaan, meski mereka sadar kalau sudah sama-sama berkeluarga. Cuma, yang jadi masalah, pelaku menyebarkan foto tak senonoh itu," ujarnya.

Karena itu, menurut Shodiq, pelaku dikenai ancaman pasal 45 No 1,3, dan 4, UU No 19 tahun 2016, tentang IT, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sebab, ia diduga menyebarkan foto senonoh. (Rahadian Bagus/Imam Taufiq)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved