Berkelit dan Ngaku Tagihan Macet, Sales ini Akhirnya Tak Berkutik, Terlilit Utang dan Foya-Foya
Sales keramik gelapkan uang perusahaan, dan uangnya digunakan untuk bayar utang serta foya-foya.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Aqwamit Torik
Berkelit dan Ngaku Tagihan Macet, Sales ini Akhirnya Tak Berkutik, Terlilit Utang dan Foya-Foya
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sales keramik gelapkan uang perusahaan, dan uangnya digunakan untuk bayar utang serta foya-foya.
Saat ditanya apakah menggelapkan uang perusahaan, dirinya selalu berkelit.
Namun saat ditunjukkan buktinya, pria ini akhirnya mengaku.
Seorang sales produk keramik bernama Obed Stefanus Jefri Samola (35) warga Manukan Blok 23 D Surabaya ini dilaporkan manager PT Graha Mandiri Keramik Indonesia lantaran menggelapkan uang milik perusahaan tempat ia bekerja.
Uang hasil penjualan keramik periode bulan Februari hingga Oktober 2019 tak disetrokan tersangka.
Nominal uang yang digelapkan mencapai Rp 66.800.000.
• Curiga Alarm Ponsel Tak Berdering, Pria Blitar Terbangun dari Tidur, Kaget Lihat Jendela Rumahnya
Saat ditangkap, Obed awalnya mengelak jika telah menggelapkan uang hasil penjualan dengan dalih tagihan tersebut belum dibayarkan oleh pelanggannya.
"Awalnya mengelak dan masih berdalih jika tagihannya macet," kata Kanit Reskrim Polsek Pakal,Iptu Ferry Hutagalung, Kamis (21/11/2019).
Meski awalnya mengelak, Obed akhirnya tak berkutik setelah polisi menunjukkan beberapa bukti tanda terima pembayaran milik pelanggan yang dicopy oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja.
"Ada beberapa lembar faktut pembayaran dan itu yang membuat tersangka akhirnya mengakui perbuatannya," tambah Ferry.
Saat ditanya, Obed mengaku jika uang tersebut digunakan untuk kebutuhan hidup seperti membayar tagihan utang dan berfoya-foya di tempat hiburan.
"Pengakuannya untuk membayar utang.
Sesekali untuk pergi ke tempat hiburan dan berfoya-foya,"tandasnya.
Akibat perbuatannya, kini Obed mendekam ditahanan Mapolsek Pakal Surabaya.
Ia dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.
• Ibunya Jadi TKI, Siswi Kelas 3 SDN Banyuurip Tulungagung Dianiya dan Ditampar Ortu Teman di Sekolah