Breaking News:

Pilkades Kediri Picu Demo Warga

Polemik Hasil Pilkades Desa Payaman Susul Kasus Pilkades di Desa Tarokan yang Berbuntut Panjang

Polemik Hasil Pilkades Desa Payaman Susul Kasus Pilkades di Desa Tarokan yang Berbuntut Panjang.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/DIDIK MASHUDI
Ratusan warga Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri saat menggelar unjuk rasa ke Kantor Pemkab Kediri, menuntut penghitungan Pilkades ulang karena diduga curang, Kamis (21/11/2019). 

Polemik Hasil Pilkades Desa Payaman Susul Kasus Pilkades di Desa Tarokan yang Berbuntut Panjang

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Protes hasil Pilkades 2019 di Kabupaten Kediri ternyata tidak kali ini saja terjadi. 

Sebelum ratusan warga Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri memprotes hasil Pilkades yang dinilai curang dengan menggelar unjuk rasa ke kantor Pemkab Kediri, Kamis (21/11/2019), sebelumnya, hasil Pilkades Desa Tarokan juga berbuntut panjang.

Ini setelah dilayangkannya gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara / PTUN Surabaya.

Gugatan telah didaftarkan pengacara Ander Sumiwi SH dengan nomor perkara 154/G/2019/PTUN.Sby tanggal 15 November 2019.

Gugatan ke PTUN diajukan karena panitia Pilkades Desa Tarokan menetapkan Supadi sebagai calon kades yang berhak dipilih.

Padahal, status Supadi saat ditetapkan sebagai calon kades masih menjalani masa hukuman dan ancaman hukumannya pasal 363 ayat 1.

"Berkas gugatan kita bisa diterima karena telah memenuhi syarat untuk disidangkan," tandas Ander Sumiwi kepada Surya (Grup Tribunmadura.com ), Sabtu (16/11/2019).

Diungkapkan, pihaknya sudah mengajukan keberatan dan banding keberatan kepada pihak panitia Pilkades.

Namun tergugat tetap bersikukuh menyatakan proses verifikasi telah sesuai aturan dan prosedur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved