Breaking News:

Berita Pamekasan

Waspada Bencana di Musim Pancaroba, BPBD Pamekasan Bentuk 10 Desa Tangguh Bencana (Destana)

Akmalul Firdaus menyebut dari 10 Destana yang sudah pihaknya bentuk ada 2 Destana yang sudah naik kasta di tahun 2019 ini.

TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Ilustrasi bencana banjir 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Persiapan menghadapi bencana menjelang musim hujan sangatlah diperlukan, mengingat bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, terutama untuk wilayah di Kabupaten Pamekasan, Madura yang rawan bencana longsor dan banjir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus mengatakan jelang musim hujan tahun ini pihaknya sudah membentuk 10 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).

Akmalul Firdaus menyebut dari 10 Destana yang sudah pihaknya bentuk ada 2 Destana yang sudah naik kasta di tahun 2019 ini.

Dua Destana itu yakni Kelurahan Patemon dan Kelurahan Gladak Anyar.

Ke dua kelurahan tersebut naik kasta dari tingkatan Pratama ke Madya.

Curiga Alarm Ponsel Tak Berdering, Pria Blitar Terbangun dari Tidur, Kaget Lihat Jendela Rumahnya

Siswi SD Berhasil Kabur dari Penculikan, Sempat Makan Bekal dan Pulang, Ibu Kaget Gelagat Putrinya

"10 Destana tingkat Pratama yang sudah kami bentuk tersebar di dua kecamatan yakni di Kecamatan Kota dan Kecamatan Pademawu," katanya kepada TribunMadura.com, Kamis (21/11/2019).

Selain itu, Akmalul Firdaus mengutarakan dari 10 Destana yang sudah dibentuk itu merupakan desa/kelurahan yang rawan banjir.

Ia menilai tujuan pembentukan Destana untuk merangsang masyarakat agar ikut berperan aktif guna melakukan penaggulangan bencana, sejak sebelum terjadi bencana, saat terjadi dan pasca bencana.

Tidak hanya itu, tujuan pembetukan Destana ini agar masyarakat desa yang tinggal di kawasan rawan bencana bisa terlindungi dari dampak merugikan bencana yang menimpa wilayahnya.

"Ketika nantinya terjadi bencana, masyarakat setempat itu harus tahu kesiapan apa saja yang perlu dipersiapkan dan apa yang harus dilakukan," ujarnya.

"Intinya masyarakat yang merencanakan, melakukan dan mengevaluasi sendiri terakhir penanggulanan bencana itu sejak kini," sambung dia.

Lebih lanjut Akmalul Firdaus menyebut jika Destana di tingkatan Pratama hanya sebatas pada perencanaan, namun untuk di tingkat Madya ditambah dengan aksi.

"Kami sudah mempersiapkan masyarakat dengan membentuk desa-desa tangguh bencana jauh-jauh hari, lalu juga meningkatkan kapasitas masyarakat, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana," tutupnya.

Dua Pria Lagi Asyik Berduaan Dalam Kamar, Mengundang Kecurigaan Polisi hingga Berujung Digerebek

Pengendara Mobil Toyota Innova Turun dan Hampir Menculik Pelajar SD, Dering Ponsel Jadi Penyelamat

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved