Ulama Madura Protes Sukmawati

Ketua PWNU Jatim Minta Masyarakat Tenang, KH Marzuki Mustamar : Sukmawati Jangan Munafik

Ketua PWNU Jatim Minta Masyarakat Tenang, KH Marzuki Mustamar: Sukmawati Soekarnoputri Jangan Munafik

TRIBUNMADURA/YUSRON NAUFAL PUTRA
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar usai menghadiri Konferda V PDIP Jatim, di Surabaya, Rabu (24/7/2019). 

Ketua PWNU Jatim Minta Masyarakat Tenang, KH Marzuki Mustamar: Sukmawati Soekarnoputri Jangan Munafik

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur / PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar meminta masyarakat untuk tetap tenang menyikapi kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh putri Bung Karno Sukmawati Soekarnoputri.

Ajakan tersebut merupakan respon KH Marzuki Mustamar terhadap adanya tuntutan dari ratusan ulama, kiai, ustaz dan santri yang tergabung dalam 'Gerakan Umat Islam Pamekasan' yang meminta kepada Institusi Polri agar Sukmawati Soekarnoputri ditangkap dan diadili.

"Jangan gaduh. Ummat, tenanglah! Aparat! Sigaplah!," tegas KH Marzuki saat dihubungi TribunJatim.com (Grup Tribunmadura.com ), Jumat (22/11/2019) malam.

Ulama & Kiai Turun Jalan Protes Putri Bung Karno, Pengamat: Sukmawati Soekarnoputri Harus Minta Maaf

Massa di Pamekasan Gelar Demo Besar-besaran Tuntut Sukmawati Soekarnoputri Ditangkap dan Diadili

Ulama dan Kiai Madura Desak Kapolri Tangkap dan Adili Sukmawati, Begini Tanggapan Polres Pamekasan

KH Marzuki sendiri berpikir Sukmawati Soekarnoputri tidak harus diadili atas ucapannya yang sempat membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya sendiri, Presiden RI pertama, Soekarno.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabillurrosyad, Gasek, Kota Malang ini meminta Sukmawati Soekarnoputri agar tidak munafik.

"Selesai dengan kejujuran. Jangan munafiq. Kalau islam, terus teranglah!

Kalau tidak, terus teranglah, misalnya tidak beragama/aliran kepercayaan," katanya.

Lebih lanjut, KH Marzuki Mustamar mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan kasus ini ke pihak yang berwajib.

Di sisi lain, KH Marzuki Mustamar juga berharap aparat bisa lebih tanggap dan sigap dalam menyikapi kasus ini.

"Yang tidak mengerti, yang tidak berkepentingan, yang tidak kompeten, tahan diri dan tidak usah bicara.

Aparat harus lebih tanggap dan sigap. Jangan sampai berlarut-larut akhirnya 'kriwikan dadi grojogan," tegas KH Marzuki Mustamar.

Gara2 Rombong Pentol, Sopir Pengusaha Surabaya Dihajar Warga, Toyota Innova yang Dikendarai Dirusak

BREAKING NEWS: Puluhan Remaja Liar di Surabaya Lempari KA Jayabaya dari Jakarta dengan Batu dan Kayu

Digerebek Polisi Sempat Memberontak, Berubah Lemas Saat Polisi Temukan Ribuan Pil Koplo dan Uang

Kronologi Pernyataan Kontroversial Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri diduga membandingkan Soekarno dengan Muhammad SAW.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved