Ulama Madura Protes Sukmawati

Pernyataan Putri Soekarno, Sukmawati, PCNU Pamekasan Minta Warga Tenang, dan Serahkan Pada Hukum

Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim mengatakan, kalau pernyataan Sukmawati mengandung unsur penistaan agama, menurutnya harus diadili

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemekasan, Madura buka suara terkait pertanyaan kontroversial Sukmawati Soekarnoputri yang viral di media sosial lantaran membandingkan Nabi Muhammad dengan Ayahandanya, Ir. Soekarno.

Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim mengatakan, kalau pernyataan Sukmawati mengandung unsur penistaan agama, menurutnya harus diadili dan diberi sanksi.

"Tapi yang jelas jika benar pernyataan Ibu Sukmawati itu membandingkan Ir. Soekarno dengan Nabi Muhammad, itu menyakiti umat Islam," katanya kepada TribunMadura.com, Sabtu (23/11/2019).

KH. Taufik Hasyim menyebut terkait kasus Sukmawati biarkan UU yang bicara, mengingat Negara Indonesia adalah negara hukum.

Ia menghimbau sebagai warga negara yang baik tidak boleh main hakim sendiri.

"Kalau betul pernyataan Sukmawati masuk delik aduan, harus disanksi sesuai amanat UU," ujarnya.

Selain itu KH. Taufik Hasyim memastikan jika warga Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan bisa tenang dalam menyikapi persoalan tersebut, kecuali ada yang memanas-manasi.

"Kalau warga NU insyaallah tenang, kami bisa melakukan melalui pengajian rutin Lailatul Ijtima di setiap ranting dan tiap kecamatan," ucapnya

Lebih lanjut KH. Taufik Hasyim mengutarakan, jika Nabi Muhammad adalah mahkluk ciptaan Allah dan juga Nabi termulia.

Ia meminta kepada semua masyarakat agar kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian dan ahli hukum.

"Siapapun di dunia ini, tidak sebanding dengan Nabi Muhammad," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved