Breaking News:

Protes Penahanan Suporter di Malaysia

Suporter Indonesia Ditahan di Malaysia, Pemerintah Indonesia Dinilai Melempem

Suporter Indonesia Ditahan di Malaysia, Pemerintah Indonesia Dinilai Melempem dan Tidak Bertaji

Banjarmasin Post
Ilustrasi - Suporter Indonesia Ditahan di Malaysia, Pemerintah Indonesia Dinilai Melempem 

Suporter Indonesia Ditahan di Malaysia, Pemerintah Indonesia Dinilai Melempem

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Indonesia dinilai melempem dalam menyikapi penahanan supoter Timnas Indonesia di Negeri Jiran Malaysia.

Hal ini ditegaskan oleh Presiden K-Conk, Jimhur Saros.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia kurang tegas dalam menyikapi konflik antara suporter Malaysia dan suporter Indonesia.

Melihat suporter Indonesia dianiaya dan bahkan ditahan karena dituduh teroris tanpa dasar yang jelas, seharusnya pemerintah Indonesia bisa bertindak tegas dan cepat menyesaikan masalah tersebut.

"Pemerintah 'melempem' untuk menegur negara manapun dalam kasus apapun. Pasti ewuh pekewuh," tegas Jimhur Saros, Senin (25/11/2019), usai aksi solidaritas untuk suporter Timnas Indonesia yang ditahan di Malaysia, di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

BREAKING NEWS: Turun Jalan, Suporter Surabaya Tuntut Suporter Timnas Ditahan di Malaysia Dibebaskan

Asprov PSSI Jatim Segera Surati PSSI Pusat Desak Agar Suporter yang Ditahan Malaysia Dibebaskan

Suporter Timnas Disebut Teroris, Presiden K-Conk: Pemerintah Malaysia Permalukan Indonesia

Dikatakan Jimhur Saros, Pemerintah Indonesia terlalu takut sanksi dan perjanjian perdagangannya akan terputus dengan Malaysia.

Padahal, saat ini harga diri bangsanya terutama suporter Indonesia sedang diinjak-injak.

Terlebih, dalam dunia sepakbola, peran suporter sangat penting termasuk dalam mendukung kesebelasan negaranya alias Timnas.

"Tribola itu manajemen, pemain dan suporter. Itu tiga jadi satu rangkaian. Kalau tidak ada suporternya, maka bola itu hancur, mati," tegas Jimhur Saros.

Untuk itu, dirinya menuntut agar pemerintah Indonesia segera membuat pernyataan resmi terkait polemik dua suporter antar negara bertetangga ini.

"Suporter kita ditahan, bahkan dibalik faktakan kita bikin rusuh disana.

Kita dikejar, bangsa Indonesia dikatakan anjing oleh suporter Malaysia. Apakah harus sejelek itu," tandasnya.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved