Berita Sampang

Pilkades Sampang Rentan Gesekan Dibanding Pilpres, Pengamat Sebut Antusias dan Sentuhan Jadi Faktor

Pengamat Politik Sampang, Arman Syahputra menyebut karena dalam Pilkades lebih menyentuh pada semua lapisan masyarakat sehingga mudah terjadi gesekan.

Pilkades Sampang Rentan Gesekan Dibanding Pilpres, Pengamat Sebut Antusias dan Sentuhan Jadi Faktor
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Celurit yang diamankan Polres Sampang saat Pilkades Serentak di Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pilkades Sampang rentan dengan gesekan dibandingkan Pilpres yang sebelumnya telah dilakukan.

Ternyata ada beberapa sebab yang bisa menimbulkan gesekan tersebut.

Di antaranya adalah Pilkades yang lebih dirasa antusiasnya.

Persaingan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang digelar beberapa hari yang lalu di Kabupaten Sampang, Madura situasinya lebih panas jika di bandingkan dengan Pemilihan Presiden.

Hal itu di sampaikan oleh Pengamat Politik Sampang, Arman Syahputra, karena dalam Pilkades lebih menyentuh pada semua lapisan masyarakat sehingga mudah terjadi gesekan.

"Buktinya setiap proses pelaksanaan Pilkades serentak selalu ada benturan antara massa, sedangkan pemilihan Presiden hanya pertarungan antar tokoh yang dimobilisasi," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (26/11/2019).

Ia menjelaskan, yang menjadi faktor penyebab kerawanan serta tensi yang panas dalam Pilkades adalah adanya nuansa intervensi kepentingan politik bagi calon kades yang terpilih yang nantinya bisa dijadikan promotor oleh kepentingan Pilkada, Pilpres Pileg dan Pemilihan Bupati.

Selain itu, antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di Pilkades ini lebih antusias, dibanding Pilpres.

Sebab, sejak pencoklitan persiapan di bawah dan pembagian undangan juga harus disaksikan oleh Kades.

"Mulai coklit persiapan di bawah itu dari sisi aturannya sudah dikawal oleh masing masing calon Kades dan tim suksesnya mulai dari bawah hingga penyerahan undangan, aturannya itu harus disaksikan oleh calon, saya pikir itu letak demokrasi sebenarnya, bahwa calon dan tim suksesnya turut mengawal proses penyerahan undangan dan sebagainya," pungkasnya.

Pria Mengaku Tak Makan dan Minum Selama 70 Tahun, Dokter Temukan Hal Mengejutkan saat Menelitinya

Pembacokan dan Kepala Dipenggal Hingga Putus di Pilkades Sampang Dipastikan Hoax, Polisi Klarifikasi

Daftar Nama Penumpang Bus Kramat Djati Kecelakaan di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto ( Tol Sumo )

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved