Berita Sampang

Jangan Menikah di Usia Terlalu Muda, Bisa Meningkatkan Potensi Stunting Pada Anak, ini Penjelasannya

Masyarakat yang mengikuti peraturan batas usia menikah laki-laki dan perempuan minimal umur 19 tahun akan mengurangi angka penderita stunting

Jangan Menikah di Usia Terlalu Muda, Bisa Meningkatkan Potensi Stunting Pada Anak, ini Penjelasannya
Kolase TribunMadura.com (Sumber: chaseoaks.org dan Hanggara Pratama)
Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Sampang, Pardi menjelaskan bahaya nikah di usia terlalu muda 

Jangan Menikah di Usia yang Terlalu Muda, Meningkatkan Potensi Stunting Pada Anak, ini Penjelasannya

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Ternyata, menikah di usia yang terlalu muda bisa meningkatkan resiko anak menderita stunting.

Hal tersebut karena ada pertimbangan dari beberapa faktor.

Selain itu, dari segi materi juga di usia tersebut masih tergolong belum matang.

Masyarakat yang mengikuti peraturan batas usia menikah laki-laki dan perempuan minimal umur 19 tahun akan mengurangi angka penderita stunting.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Sampang Pardi, sebab salah satu tujuan penetapan usia perkawinan 19 tahun yakni, dalam rangka mencapai kesehatan reproduktif sehingga keturunan yang dihasilkan sudah sehat dan bebas dari stunting.

"Karena kalau usia di bawah 19 tahun dikhawatirkan anaknya akan stunting," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (28/11/2019).

Tidak hanya itu, pasangan di usia 19 tahun juga dinilai secara ekonomi sudah matang karena sudah mandiri dan dapat bekerja dan bisa menghidupi keluarganya.

"Jadi orang tua yang mau menikahkan anaknya atau pasangan yang mau menikah harus mengikuti peraturan yang ada, agar dapat menjadi pasangan yang mapan," tutur Pardi

Dijelaskan, berdasarkan undang-undang yang lama nomor 1 tahun 1974 bahwa batas usia nikah untuk perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun.

"Nah kalau peraturan yang baru nomor 16 tahun 2019 itu, batas usia laki-laki dan perempuan sama 19 tahun," ucap Pardi.

Ia menambahkan, jika perkawinan yang tercatat di Kemenag Sampang sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Sebab, ada Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH).

"Kalau umurnya kurang dari 19 tahun, maka secara otomatis akan tertolak, jadi ya harus nunggu dulu," pungkasnya.
 

Viral Video Wanita Korban Pemerkosaan Menangis, Saksi: Rambutnya Penuh Daun Kering dan Acak-Acakan

Pria Mengaku Tak Makan dan Minum Selama 70 Tahun, Dokter Temukan Hal Mengejutkan saat Menelitinya

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved