Berita Pamekasan

Distribusi Air Bersih di Pamekasan Telat dan Dikeluhkan Masyarakat, BPBD Malah Bilang Begini

Distribusi Air Bersih di Pamekasan Telat dan Dikeluhkan Masyarakat, BPBD Malah Bilang Begini

Distribusi Air Bersih di Pamekasan Telat dan Dikeluhkan Masyarakat, BPBD Malah Bilang Begini
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Pengiriman air bersih ke masyarakat Pamekasan, Sabtu (30/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - BPBD Kabupaten Pamekasan, Madura buka suara terkait gejolak di masyarakat terkait telatnya pendistribusian air bersih yang sampai saat ini masih menjadi keluhan sejumlah masyarakat Pamekasan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan, Ibnu Hajar mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang masih membutuhkan.

"Pendistribusian air bersih tetap kami lakukan, karena SK-nya sampai 30 November 2019," katanya kepada TribunMadura.com, Sabtu (30/11/2019).

"Hanya saja daerah-daerah yang sudah banyak airnya tidak dikirim, sebab kenyataannya di lapangan itu Daerah Utara banyak yang diguyur hujan.

Jadi mengurangi frekuensi pendistribusian. Namun, kemungkinan bagi wilayah yang masih membutuhkan, kami kirim," sambung dia.

Selain itu, Ibnu Hajar mengaku, mengenai telatnya pendistribusian air bersih disebabkan karena armada yang sangat terbatas serta lokasi pengambilan air yang cukup jauh dan debit sumber air yang saat ini mulai berkurang.

“Armada kami ada delapan, karena kami kolaborasi dengan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan, empat Armada milik PDAM dan empat Armada milik BPBD," ujarnya.

"Jadi, pengirimannya itu kan ada 7 (tujuh) rit/tangki rata-rata pendistribusiannya.

Jadi satu rit pertama itu melakukan pengiriman, lalu masih kembali ke lokasi pengambilan air.

Kadang-kadang air yang kita ambil itu debitnya mulai berkurang, itu karena dampak kemarau yang panjang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ibnu Hajar mengungkapkan,
bahwa selain mengambil air dari sumber milik PDAM Pamekasan, pihaknya juga harus mengambil sumber air milik Masyarakat.

“Kalau pendistribusian ke daerah utara, kami beli ke daerah Pakong, karena sudah ada petugasnya disana dan sangat jauh kalau harus mengambil ke sumber milik PDAM,” pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved