Berita Sampang

Diskumnaker Sampang Berikan Pelatihan Menjahit, Guna Tekan Pengangguran dan Muncul Wirausahawan Baru

Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang melakukan pelatihan menjahit kepada masyarakat Kota Bahari.

Diskumnaker Sampang Berikan Pelatihan Menjahit, Guna Tekan Pengangguran dan Muncul Wirausahawan Baru
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Peserta saat melakukan pelatihan menjahit di Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang, Minggu (1/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, Sampang - Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang melakukan pelatihan menjahit kepada masyarakat Kota Bahari.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang, Madura dengan memberikan bekal keterampilan menjahit.

Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut diikuti oleh peserta sebanyak 37 orang.

Sehingga dibagi menjadi dua kelas, diantaranya kelas pertama diisi dengan 19 orang, sedangkan kelas ke dua 18 orang.

Pelaksana Pelatihan Kerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang, Agus Santoso mengatakan, setiap tahunnya pelatihan menjahit dasar rutin dilakukan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Untuk pelatihannya diintrukturi oleh dua pelatih dari Wira Collection Pamekasan dan Suci Collection Sampang, dua-duanya sudah tersertifikat kompetensi," ujarnya kepada TribunMadura.com, Minggu (1/12/2019).

Agus Santoso menuturkan pelatihan dilaksanakan selama 27 hari, namun saat ini sudah berjalan selama 18 hari.

"Ini merupakan kegiatan terakhir di tahun 2019 dari dana APBD, tapi tahun depan akan dilaksanakan kembali," ucapnya.

Sedangkan untuk masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan tersebut, untuk sistem pendaftarannya seperti rekrutmen dan dibuka mulai saat ini.

"Untuk peserta dari seluruh Sampang kita buka seperti open rekrutmen penerimaan peserta, sama dengan tahun sebelumnya pendaftarannya kita buka tahun 2019, pelaksanaannya tahun 2020," jelas Agus Santoso.

"Jadi peserta yang mendaftar mendatangi langsung kantor Diskumnaker Sampang, " imbuh dia.

Namun dalam pelatihan menjahit ini, Diskumnaker Sampang tidak memberikan bantuan alat jahit, melainkan hanya berupa pelatihan.

"Tidak ada bantuan mesin jahit hanya berupa pelatihan, kemudian yang kita harapkan nanti  peserta bisa membuka wirausaha dari pelatihan dasar menjahit kita," kata Agus Santoso.

"Jadi ada yang dikembangkan buka jaitan, seperti membuat baju, tas, dan lain-lain," tutupnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved