Berita Pamekasan

Bupati Baddrut Tamam Ulang Tahun ke-43, Pemkab Pamekasan Bagikan Ratusan Buku Nikah Gratis

Bupati Baddrut Tamam Ulang Tahun ke-43, Pemkab Pamekasan Bagikan Ratusan Buku Nikah Gratis

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Acara Ngunduh Mantu di aula Mandhapa Aghung Pamekasan, Senin (2/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan, Madura menggelar acara 'Ngunduh Mantu' di aula Mandhapa Aghung Ronggosukowati Pamekasan, Senin (2/12/2019).

Pantauan TribunMadura.com, prosesi Ngunduh Mantu itu digelar layaknya pesta pernikahan yang lengkap dengan dekorasi manten yang juga dihiasi dengan biasa bunga-bunga.

Tidak hanya itu, acara prosesi Ngunduh Mantu tersebut juga bertepatan dengan 'Hari Ulang Tahun' Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang ke-43.

Ada sekitar 141 pasang suami istri se-Kecamatan Pamekasan yang hadir dalam acara Ngunduh Mantu tersebut.

Mereka juga dapat surat nikah secara gratis.

Untuk usia termuda pasangan suami istri yang hadir di acara tersebut mulai dari usia 20 tahun hingga 55 tahun.

Selain itu, acara Ngunduh Mantu ini digelar juga d alam rangka Pelaksanaan Istbat Dan Nikah Massal Tahun 2019.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Pamekasan, Ketua Pengadilan Agama Pamekasan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan beserta jajarannya, Sekertaris Daerah, Para staf Ahli Bupati, Para asisten Sekda, para pimpinan SKPD dan Para Camat se-Kabupaten Pamekasan.

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, kegiatan ngunduh mantu ini digelar untuk menekan angka pernikahan dini di Pamekasan yang tidak sesuai prosedur berdasar aturan pemerintah, yaitu pernikahan yang dilaksanakan dengan tidak memperhatikan syarat dan rukun nikah berdasar aturan pemerintah, namun syah menurut agama.

"Syarat-syarat administratif yang mengatur tentang legalitas kelangsungan dan kelanggengan sebuah lembaga Perkawinan tidak kalah pentingnya dan akan semakin baik serta dianjurkan masyarakat pamekasan yang agamis, demokratis, menjunjung tinggi hukum, nilai budaya serta menghormati hak-hak perempuan," katanya.

"Pernikahan yang tidak dilengkapi dengan dokumen nikah meskipun syah menurut agama, akan memilik kerawanan tertentu dalam pelaksanaanya," sambung dia.

Selain itu, Baddrut Tamam mengutarakan, cukup banyak pelanggaran perempuan dan anak dari pernikahan tanpa akte nikah misalnya istri yang ditinggal suami tanpa alasan dan anak tidak dapat hak waris serta kekerasan rumah tangga.

“Sesuai dengan kemampuan anggaran Pemkab Pamekasan akan selalu mengupayakan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, salah satunya melalui kegiatan sidang isbat hari ini,” ucapnya.

Sedangkan, Mudairi (32) salah satu peserta termuda Ngunduh Mantu dari Desa Larangan Dalam, mengaku senang dan bahagia telah diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini.

Ia mengatakan bersyukur karena telah mendapat buku nikah secara gratis.

Sebab dirinya saat menikah hanya melalui kiai saja tapi tidak melalui prosedur pemerintah jadi dirinya tidak memiliki buku nikah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Pamekasan, karena telah memberikan kesempatan pada kami yang tidak memiliki Akte Nikah ini, sehingga melalui kegiatan ini akhirnya kami punya Akte Nikah,” syukurnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved