Berita Sumenep

Diduga Palsukan Dokumen Pendaftaran, Calon Kades Kolo-Kolo Sumenep Madura dan Panitia Digugat

Pelaksanaan Pilkades serentak 2019 di Kabupaten Sumenep, Madura ini sudah selesai, namun pasca pelaksanaannya saat ini masih tersisa masalah hukum

Diduga Palsukan Dokumen Pendaftaran, Calon Kades Kolo-Kolo Sumenep Madura dan Panitia Digugat
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kamarullah, kuasa hukum dari Taufikurrahman warga Desa Kolo - Kolo, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Sumenep, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pelaksanaan Pilkades serentak 2019 di Kabupaten Sumenep, Madura ini sudah selesai, namun pasca pelaksanaannya saat ini masih menyisakan persoalan hukum seperti yang terjadi di Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa atau pulau Kangean.

Edy Taufikurrahman (47) warga Desa Kolo - Kolo, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean ini menggugat Cakades Kolo - Kolo, Kecamatan Arjasa dan Panitia setempat pada Pengadilan Negeri Sumenep dengan nomer 16/Pdt G/20/19/PN. Smp diterima 17 Oktober 2019 dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan Calon Kepala Desa (Cakades) setempat.

Gugatan tersebut dilayangkan lantaran menduga Cakades Kolo - Kolo ini memalsukan SK tentang Pengangkatan Aparat Desa Kolo-kolo, sehingga skoring nilai untuk Cakades bertambah dan bisa lolos pada 5 besar tahapan Pilkades.

Edy Taufikurrahman menduga, Jakfar (Cakades yang diduga memalsukan SK) dalam hal ini terindikasi telah melakukan bentuk konspirasi besar dalam perbuatan melawan hukum dengan memalsukan atau menggunakan data palsu untuk persyaratan Bacakades Kolo-kolo.

"Jakfar (36) ini terindikasi melakukan bentuk konspirasi besar dalam perbuatan melawan hukum menggunakan data palsu untuk persyaratan Bacakades Kolo - Kolo," kata penggugat, Edy Taufikurrahman, Selasa (3/12/2019).

Bahkan kata Edy Taufikurrahman, Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Kolo-kolo diduga ikut terlibat dalam pemalsuan dokumen salah satu Bacakades tersebut.

"Sejak penyerahan berkas persyaratan Bacakades hingga pasca Pilkades, yang bersangkutan ataupun panitia tidak pernah menunjukkan SK asli tentang Pengangkatan Aparat Desa Kolo-kolo atas nama Jakfar. Bahkan, pada arsip di sekretariat panitia tidak ada SK dimaksud," paparnya.

Selain itu katanya, pihaknya menemukan pada SK tersebut terdapat legalisir dari pihak Kecamatan Arjasa. Selain itu, pada SK yang dilegalisir juga tertera nama dari Pelaksana Tugas (Plt) Kades Kolo-kolo.

"Ternyata setelah kita kroscek kebenarannya, Plt Kades Kolo-kolo membantah dan mengakui jika pihaknya tidak pernah memberikan legalisir pada SK tersebut. Dipastikan jika dirinya tidak pernah dimintai pengesahan atau legalisir dari Jakfar," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved