Berita Sumenep

Diduga Palsukan Dokumen Pendaftaran, Calon Kades Kolo-Kolo Sumenep Madura dan Panitia Digugat

Pelaksanaan Pilkades serentak 2019 di Kabupaten Sumenep, Madura ini sudah selesai, namun pasca pelaksanaannya saat ini masih tersisa masalah hukum

Diduga Palsukan Dokumen Pendaftaran, Calon Kades Kolo-Kolo Sumenep Madura dan Panitia Digugat
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kamarullah, kuasa hukum dari Taufikurrahman warga Desa Kolo - Kolo, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Sumenep, Madura. 

Dikonfirmasi Kuasa Hukum Edy Taufiqurrahman, Kamarullah membenarkan jika pelaksanaan Pilkades 2019 di Desa Kolo - Kolo ini dianggap melawan hukum

"Pemilihan kepala desa di desa kolo - kolo ini banyak hal perbuatan melawan hukum, salh satu kandidat yang berkonspirasi dengan panitia pilkadesnya," kata Kamarullah pada TribunMadura.com.

Bahkan katanya terkait tanggal penetapan SK Kades Kolo Kolo nomer 188/10/Kep/435.425.108/2006 itu tertanggal 12 Januari 2006 dengan masa kerja yang terhitung baru mulai tanggal 14 Januari 2006 dan Pada poin terakhir dalam SK itu menyebutkan keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

"Nah dari perbedaan itu kan sudah jelas bahwa penetapan dan masa kerjanya Jakfar ini perlu dipertanyakan. Namun, ternyata panitia Pilkades setempat meloloskan yang bersangkutan dan mendiskualifikasi Edy Taufikurrahman sebagai Bacakades," papar Kamarullah.

Atas dasar itulah, lanjut Kamarullah, pihaknya akan melakukan gugatan pada P2KD Kolo-kolo, Jakfar (Cakades Kolo-kolo), dan Camat Arjasa. Sebab, ketiganya diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum.

"Penggugat ini (Edy Taufikurrahman) telah mengirimkan surat secara formal somasi tertanggal 8 Oktober 2019 kepada tergugat. Namun, hal itu tidak digubris. Dari itu kami melayangkan lagi gugatan ini secara tersendiri dan akan dilaporkan secara pidana ke Polda Jawa Timur," katanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved