Polda Bongkar Penipuan Siber di Surabaya

Rekayasa Akun Game, Komplotan Penipuan Siber Surabaya Tiga Tahun Bebas Beraksi Bobol Kartu Kredit

Modus Rekayasa Akun Game, Komplotan Penipuan Siber ( Spamming ) di Surabaya 3 Tahun Bebas Beraksi Bobol Kartu Kredit

Rekayasa Akun Game, Komplotan Penipuan Siber Surabaya Tiga Tahun Bebas Beraksi Bobol Kartu Kredit
TRIBUNMADURA/LUHUR PAMBUDI
Petugas memindahkan barang bukti kasus penipuan siber ( Spamming ) komplotan di Surabaya dari mobil ke halaman Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa (3/12/2019). 

Modus Rekayasa Akun Game, Komplotan Penipuan Siber ( Spamming ) di Surabaya 3 Tahun Bebas Beraksi Bobol Kartu Kredit

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Terungkap modus praktik penipuan siber ( spamming ) menggunakan kartu kredit yang dilakukan komplotan hacker yang diringkus Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa (3/12/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJatim.com (Grup Tribunmadura.com ), dalam menjalankan aksinya, modus yang dipakai komplotan hacker penipuan siber ini adalah menggunakan akun game android dengan modal pembelian senilai 12 Dollar AS.

Melalui akun game android tersebut, mereka kemudian merekayasa pembelian akun selanjutnya dengan cara membobol kartu kredit milik orang lain.

Praktik spamming yang dijalankan komplotan itu ternyata dikomandoi oleh seorang pria berinisial H.

H diduga menjadi aktor utama pembobolan ATM atau praktik spamming tersebut yang telah berlangsung kurun waktu tiga tahun.

H bersama belasan rekannya menjalankan praktik tersebut di dalam sebuah ruangan di lantai tiga gedung tiga lantai ruko di kawasan Balongsari, Tandes, Surabaya.

Bisa Bikin Kulkas Lemari Es dan Freezer Meledak, 3 Benda ini Dilarang Keras untuk Disimpan di Kulkas

BREAKING NEWS - Polda Jatim Gerebek & Tangkap 18 Komplotan Penipuan Siber di Surabaya, Omzetnya Wow

Skema bangunan ruko tersebut meliputi, lantai satu digunakan sebagai tempat usaha jual beli sembako.

Lalu lantai dua digunakan sebagai tempat tinggal, dan lantai tiga digunakan sebagai tempat penyimpanan belasan perangkat komputer untuk menjalankan praktik spamming tersebut.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan membenarkan, praktik spamming yang dilakukan komplotan penipuan siber tersebut berlangsung kurun waktu tiga tahun.

"Dan ini terorganisir, kurang lebih berjalan 3 tahun kegiatannya," katanya pada awakmedia di depan Gedung Ditreskrimsus Markas Polda Jatim, Selasa (3/12/2019).

Gidion masih enggan menjelaskan latar belakang komplotan tersebut karena proses penyidikan terhadap 18 orang yang telah diamankan masih berlangsung.

"Sementara karena belum 1x24 jam kami masih melakukan pendalaman terhadap mereka," jelasnya.

Kendati begitu Gidion menjanjikan akan mengungkapkan hasil pemeriksaan pada Rabu (4/12/2019) besok.

"Banyak, basisnya IT ini ada fraud hacker dan sebagainya besok kami sampaikan," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved