Berita Malang

Harus Bayar Pajak Rp 2,3 juta/Tahun, Pemilik Rumah Mewah di Kota Malang Pilih Nunggak Belasan Tahun

Perumahan Istana Gajayana Kota Malang disegel petugas pajak karena pemilik rumah mewah ini tak mau bayar pajak selama belasan tahun.

Harus Bayar Pajak Rp 2,3 juta/Tahun, Pemilik Rumah Mewah di Kota Malang Pilih Nunggak Belasan Tahun
Kolase Tribunmadura (Sumber: Tribunmadura dan istimewa)
Rumah mewah di Perumahan Istana Gajayana, Kota Malang ketika disegel Petugas BP2D kota Malang, Kamis (5/12/2019) karena selama 16 tahun menunggak pajak. 

Perumahan Istana Gajayana Kota Malang disegel petugas pajak karena pemilik rumah mewah ini tak mau bayar pajak selama belasan tahun

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Penyegelan rumah mewah di Kota Malang oleh petugas pajak, pada Kamis (5/12/2019) langsung viral.

Terlebih, rumah mewah yang berada di Perumahan Istana Gajayana, Kota Malang tersebut disegel karena pemiliknya melakukan pelanggaran.

Yakni, si pemilik memilih tidak membayar pajak rumah mewah miliknya sangat lama, yakni selama sekitar 16 tahun.

Pasalnya, data tunggakan pajak yang tidak dibayar oleh si pemilik rumah mewah yang berada di Perumahan Istana Gajayana, Kota Malang berlanggsung sejak tahun 2003 lalu.

Akhirnya semua terungkap, setelah petugas gabungan dari BP2D Kota Malang bersama dengan TNI/Polri, Kejaksaan Negeri Kota Malang, dan Satpol PP Kota Malang, melakukan operasi bersama, Kamis (5/12/2019).

Kisah Memilukan Slamet Warga Lumajang Kehilangan Kaki, Korban Begal Sadis Surabaya asal Balongsari

Kebelet Pipis Malam-Malam, Anggota Polisi Kaget Ada Bayangan Mondar-Mandir di Depan Kamar Mandi Kost

Dua Pria Surabaya Lagi Asyik Berduaan di Kamar Kost, Mengundang Kecurigaan hingga Digerebek Polisi

Dalam operasi tersebut, petugas memasang plakat yang bertuliskan "Tanah/Bangunan ini dalam pengawasan tim pemeriksa pajak karena menunggak PBB".

Plakat tersebut, diletakkan persis di depan rumah berlantai dua tersebut.

"Rumah ini sejak tahun 2003 belum bayar pajak," ucap Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto, melalui kasubid P2, Fauzan Indra.

"Dan sepertinya saat ini pemiliknya sudah baru lagi. Kami kesulitan untuk berkomunikasi," sambung dia.

Halaman
123
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved