Berita Sampang

Target PAD Retribusi Sampah Tahun 2019 di Sampang Jeblok dan Tidak Tercapai

Target PAD Retribusi Sampah Tahun 2019 di Kabupaten Sampang Madura Jeblok dan Tidak Tercapai

Target PAD Retribusi Sampah Tahun 2019 di Sampang Jeblok dan Tidak Tercapai
TRIBUNMADURA/HANGGARA PRATAMA
Petugas DLH Sampang saat mengangkut sampah di Jalan Diponegoro Kecamatan/Kabupaten Sampang, Jumat (6/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Lingkungan Hidup / DLH Sampang, Madura akan menaikkan iuran sampah, yang awalnya Rp. 2000 menjadi Rp. 5000.

Hal itu di sebabkan tahun ini Pendapat Asli Daerah (PAD) retribusi sampah jauh mencapai target.

Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Sampang Syarifuddin mengatakan, yang menjadi hambatan retribusi sampah tidak mencapai target merupakan nilai penarikan kepada masyarakat jumlahnya tetap, sedangkan target PAD setiap tahunnya mengalami kenaikan.

Sehingga pihaknya mengambil keputusan untuk juga menaikkan jumlah nilai penarikan terhadap PKL dan rumah tangga.

"Sebelumnya jumlah iuran untuk rumah tangga dan PKL Rp 2000 setiap bulannya dan kemungkinan jumlah kenaikannya sekitar Rp 5000 perbulan," ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (6/12/2019).

Dalam menaikkan iuran penarikan tersebut saat ini belum di tetapkan karena masih dalam tahap pengajuan.

"Peningkatan ini masih dalam tahap pengajuan, dalam arti masih belum disetujui, namun kami akan mengupayakan agar PAD retribusi tercapai," katanya.

Dijelaskan, target PAD retribusi sampah dari tahun kemarin sebesar Rp 150 juta, kemudian mengalami kenaikan di tahun 2019 mencapai sekitar Rp 232 juta.

"Sedangkan untuk hasil retribusi sampah tahun ini yang hanya mencapai 50,5 persen," ucap Syarifuddin.

Tidak hanya itu, yang menjadi kendala tidak tercapainya PAD retribusi sampah tahun 2019 merupakan sudah tidak adanya MOU dengan PDAM.

Syarifuddin menyampaikan, dulu pihaknya melakukan MOU dengan pihak PDAM dalam penarikan iuran sampah terhadap rumah tangga.

Ia menuturkan, penarikan sampah lebih mudah ketika melakukan MOU, sebab saat masyarakat membayar uang tagihan air ke kantor PDAM iuran sampah juga terbayarkan.

Namun, saat uang tagihan air ke PDAM bisa terbayarkan melalui online, iuran sampah tidak lagi ikut terbayarkan.

"Untuk tahun depan, PDAM sudah mencari solusi untuk mengembalikan cara yang sebelumnya, jadi meskipun bayar dimanapun iuran sampah terbayarkan," tutupnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved