Breaking News:

Ayah Bayi yang Dilahirkan Siswi SMK Madiun di Kamar Mandi Terungkap, Begini Kasusnya lalu jadi Heboh

Ayah Bayi yang Dilahirkan Siswi SMK Madiun di Kamar Mandi Terungkap, Begini Kasusnya hingga Heboh

Kolase Tribunnews, Tribunmanado, dan Net
Ilustrasi - Ayah Bayi yang Dilahirkan Siswi SMK Madiun di Kamar Mandi Terungkap, Begini Kasusnya Hingga menjadi Heboh 

3. Diduga karena malu

Setelah melahirkan, MS, siswi SMK kelas XI  itu ternyata mengalami pendarahan pasca melahirkan.

MS kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

MS akhirnya mengakui dirinya baru saja melahirkan seorang Bayi Perempuan.

MS mengatakan, Bayi Perempuan yang baru dilahirkan itu dibungkus plastik kresek berwarna hitam dan dimasukkan ke dalam tas punggung sekolahnya.

Tas itu berada di dalam kamar mandi.

"Setelah mendengar keterangan dari pelaku itu, warga melihat bayi perempuan yang baru saja dilahirkan MS di dalam plastik kresek di tas punggung warna biru tua," jelasnya.

Saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian bayi malang itu.

Belum diketahui, apakah bayi MS meninggal sebelum atau sesudah dilahirkan.

Pujiyono menambahkan, diduga karena masih berstatus pelajar, MS sengaja melahirkan sendiri anaknya karena malu.

Diduga MS ingin menyembunyikan keberadaan bayi tersebut, hingga akhirnya bayi itu meninggal dunia.

"Dimungkinkan dikarenakan orang tua korban malu dan ingin menutupi keberadaan bayi tersebut, karena belum terikat pernikahan dan masih pelajar," imbuhnya.

Saat ini, MS masih dirawat di ruang Pinang, RSUD Caruban.

Begitu juga dengan Bayi Perempuan MA, saat ini berada di RSUD Caruban untuk diautopsi guna mengetahui penyebab kematiannya.

4. Dikeluarkan dari sekolah

MS akhirnya dikeluarkan dari sekolah lantaran Hamil di luar nikah.

Selain itu, MS diketahui melahirkan di kamar mandi rumahnya, hingga menyebabkan Bayi Perempuannya meninggal.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Supardi, ketika dikonfirmasi, Senin (2/12/2019) membenarkan.

MS dikeluarkan dari sekolahnya karena melakukan pelanggaran berat.

"Bukan dikeluarkan, kalau istilah saya dikembalikan ke orangtua.

Sesuai dengan peraturan, apabila siswa melakukan pelanggaran berat, maka proses pendidikannya dikembalikan ke orangtua," kata Supardi, saat ditemui di kantornya.

Untuk selanjutnya, pihaknya menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian, sebab proses melahirkan terjadi di luar sekolah, dan di luar jam sekolah.

"Saat ini, sudah menjadi kewenangan polisi.

Karena dilakukan di rumah, dan di luar waktu jam belajar sekolah," katanya.

Dia menuturkan, berdasarkan keterangan pihak sekolah, sebelumnya Siswi SMA bersangkutan telah diingatkan oleh wali kelasnya.

Saat itu, wali kelasnya sudah menanyakan perubahan fisik pada MS.

"Pada saat itu, ketika ada gejala, terjadi perubahan fisik, sudah ditegur sama wali kelas.

Suruh cek kehamilan, katanya sudah dicek negatif.

Orangtuanya juga sudah datang ke sekolah, dan mengatakan anaknya tidak sedang Hamil," jelasnya.

Dia mengatakan, setelah dikeluarkan dari sekolah, MS tidak dapat melanjutkan sekolah di sekolah formal.

"Dia bisa melanjutkan pendidikan di pendidikan non formal, paket C," katanya.

5. Sanski bagi pria yang menghamili

Selain MS, apabila pria yang yang mengHamili MS berstatus siswi SMK, juga akan diberi sanksi yang sama yakni dikeluarkan.

"Juga dikeluarkan, sekolah formal tidak boleh.

Menikah di bawah umur, Hamil di luar nikah, termasuk mengHamili, tidak boleh di sekolah formal," tegasnya.

Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved