Breaking News:

Video Janda Madura Tanpa Busana

Video Janda Madura Tanpa Busana Tersebar, Seto Mulyadi (Kak Seto) Sebut Lingkungan Punya Pengaruh

Janda yang saat ini sudah mendekam di Polres Sumenep itu berinisial ZA, (31) warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura.

Kolase istimewa dan youtube
janda madura tanpa busana 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, Sumenep - Video janda Madura beredar di media sosial.

Meski awalnya ia mengaku iseng, namun polisi bertindak.

Psikolog senior Seto Mulyadi juga angkat bicara.

Video janda Madura tanpa sehelai kain beredar hingga bikin geger dunia maya, sejak Jumat (6/12/2019) lalu.

Janda yang saat ini sudah mendekam di Polres Sumenep itu berinisial ZA, (31) warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto ini juga angkat bicara kasus janda pembuat video di kamar dengan Hp Xiaomi ini jika lingkungan di sekitarnya sangatlah mempengaruhi.

"Disitu ada Rukun Tetangga (RT), namanya kerukunan itu harus difungsikan dan terutama ibu - ibu yang lengkap ini harus saling melindungi dan memberikan citra positif," kata kak Seto saat dihubungi TribunMadura.com, Rabu (11/12/2019).

Jika hal itu dilakukan di setiap daerah, maka kata Psikolog senior ini tidak ada stigma negatif terhadap status janda tersebut.

"Kekuatan utamanya di lingkungan warga di RT itu tadi, memberikan pengertian, pengurus RT ini harus aktif memberikan kegiatan pada seseorang yang menyandang status janda itu tadi," saran kak Seto.

Ditanya benarkah seorang janda itu dianggap sangat menggoda para lelaki, Seto Mulyadi menilai streotipe itu hanya pandangan umum yang belum tentu benar.

"Tidak semua itu benar, itu kan hanya pandangan umum saja. Nah perasaan curiga atau pandangan itu harus dirubah mulai dari keaktifan RT, siapa ada aktifitas dan kesibukan bagi pada janda itu," katanya.

Viralnya janda Madura yang ditangkap polisi dengan perbuatan tangannya hingga mendekam di Polres Sumenep, kak seto menilai itu kurangnya perhatian dilingkungannya.

"Kurangnya perhatian itu tadi, sehingga berani melakukan hal - hal demikian. Dan tidak ada pendekatan penuh dari lingkungannya dan akhirnya muncullah perilaku itu. Maka catatannya, RT itu tadi harus berdayakan para ibu yang berstatus janda," sarannya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved