Mendikbud Hapus Ujian Nasional

Ujian Nasional Dihapus Mendikbud, Guru dan Wali Murid di Pamekasan Dukung Kebijakan Nadiem Makarim

Penghapusan Ujian Nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mendapat tanggapan positif sejumlah pihak.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Guru MAN 2 Pamekasan, Chandra Kirana saat memberikan arahan pembelajaran kepada siswanya di aula MAN 2 Pamekasan, Kamis (12/12/2019). 

Penghapusan Ujian Nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mendapat tanggapan positif sejumlah pihak

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Penghapusan Ujian Nasional yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ), Nadiem Makarim, terus mendapat banyak dukungan.

Satu di antara datang dari guru MAN 2 Pamekasan, Chandra Kirana.

Ia mengaku, Ujian Nasional dihapus termasuk mimpinya sejak menjadi guru.

Beredar Kabar Hotel di Banyuwangi Diimbau Tak Pasang Atribut Natal, Ternyata Begini Faktanya

Ujian Nasional Dihapus, Pengamat Minta Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim Terus Didukung Semua Pihak

Viral di WhatsApp, Foto Perempuan Pamekasan Pamer Dada, Diduga Diambil di Sebuah Tempat Wisata

"Mempersiapkan pelaksanaan UN itu ruwet," katanya kepada TribunMadura.com, Kamis (12/12/2029).

"Mulai adanya permasalahan karena soal yang sama, soal ada 2 jenis, ada 5 jenis tiap kelas," ucap dia.

"Belum lagi menyiapkan komputerisasi dengan persiapan yang luar biasa," lanjutnya.

Chandra menilai, Ujian Nasional menjadi sesuatu yang sangat menakutkan bagi siswa, guru, bahkan orang tua.

Ketika pelaksanaan UN akan dimulai, baik dari siswa, guru dan orang tua punya rasa kekhawatiran yang sangat tinggi.

"Proses belajar selama 3 tahun hanya ditentukan oleh ujian akhir selama 3 hari, bagi saya ini tidak seimbang dengan proses panjang yang telah dilalui," ujarnya.

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Tiket KA Brantas dan KA Kahuripan Ludes Terjual di Stasiun Blitar

Bantah Dituduh Jadi Otak Kaburnya Empat Tahanan Polresta Malang Kota, Sokip: Mereka yang Mau Ikut

"Belum lagi kalau ada siswa tidak memenuhi kriteria kelulusan, maka siswa akan tidak lulus," lanjutnya.

"Ada yang ikut ujian perbaikan dan bahkan ada yang belajar lagi selama 1 tahun. Ini saya rasa sangat merugikan," sambung dia.

Bahkan, kata Chandra, dalam pelaksanaan UN, semua bidang studi tidak diujikan, hanya beberapa bidang studi saja.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved