Breaking News:

Mendikbud Hapus Ujian Nasional

Ujian Nasional Dihapus Mendikbud, Guru dan Wali Murid di Pamekasan Dukung Kebijakan Nadiem Makarim

Penghapusan Ujian Nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mendapat tanggapan positif sejumlah pihak.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Guru MAN 2 Pamekasan, Chandra Kirana saat memberikan arahan pembelajaran kepada siswanya di aula MAN 2 Pamekasan, Kamis (12/12/2019). 

"Sungguh tidak indah dipandang saat nilai ujian tak satupun ada angka 8 nya dan akan dijadikan berkas seumur hidup, bahkan mungkin akan jadi warisan bagi anak cucunya," ujarnya.

Chandra juga mengeluhkan, ketika UN sudah berlangsung malah guru yang menjaga bukan gurunya sendiri.

Jumlah Penumpang Kereta Api selama Libur Natal dan Tahun Baru Diprediksi Mencapai 5,9 Juta Orang

Pulang Belanja, Pengendara Daihatsu Xenia di Jember Terlibat Kecelakaan, Kejadiannya Terekam CCTV

Sekalipun tujuannya untuk menghindari kecurangan dalam mengerjakan soal, tapi kata Chandra itu akan berpengaruh kepada psikologis siswa yang cenderung akan takut serta tegang dalam mengerjakan soal UN.

"Yang lebih parah lagi saat ujian dijaga pihak lain bahkan polisi karena soal ujian adalah rahasia negara. Saya rasa ini membuat siswa kurang nyaman dan terkesan menakutkan," keluhnya.

"Terus terang guru juga sangat khawatir, takut siswanya memperoleh nilai yang jauh dari harapan, bahkan banyak yang tidak lulus. Ini nama baik sekolah, kalau banyak yang tidak lulus bisa berakibat kepada menurunnya minat masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Erry Sugianto, wali murid SMKN 3 Pamekasan mengaku setuju jika Ujian Nasional (UN) dihapus.

Karena menurutnya penyerataan pendidikan di semua wilayah itu belum tentu sama.

Sehingga tidak adil kalau penilaian akhir siswa dibebankan ke nilai UN tanpa mempertimbangkan hasil belajar selama tiga tahun.

Beredar Kabar Polisi Polres Pamekasan yang Ditusuk Anggota TNI Meninggal, Ternyata Begini Faktanya

Pertama di Indonesia, Stasiun Blitar Kini Punya Patung Bung Karno, Langsung Jadi Objek Foto Warga

"Secara pribadi saya setuju kalau UN itu dihapuskan karena di Indonesia kan pendidikan belum merata apalagi di daerah pedalaman," katanya.

"Jadi, saran saya harus ada pembaharuan. Gimana caranya agar siswa berkualitas ketika lulus dari sekolahnya?," sambung pria yang akrab disapa Erick tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved