Breaking News:

Berita Situbondo

Selama 2019 Total 1950 Wanita di Situbondo Menjadi Janda, Soal Perselisihan dan Ekonomi Jadi Sebab

Angka perceraian di Pengadilan Agama Situbondo di tahun 2019, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Shutterstock
Ilustrasi perceraian 

Selama 2019 Total 1950 Wanita di Situbondo Menjadi Janda, Soal Perselisihan dan Ekonomi Jadi Sebab

TRIBUNMADURA.COM, SITUBONDO - Perkara perceraian di Situbondo kian meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan perceraian tersebut,

Di antaranya adalah soal perselisihan hingga ekonomi.

Angka perceraian di Pengadilan Agama Situbondo di tahun 2019, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Bahkan, sejak Januari hingga Desember tahun 2019 ini, angka perceraian mencapai 1950 perkara.

Sedangkan ditahun 2018, angka perceraian yang masuk mencapai 1902 perkara.

Ilustrasi Perceraian
Ilustrasi Perceraian (via Intisari Online)

"Jadi ada kenaikan sebanyak 66 perkara perceraian di tahun 2019 atau naik sebesar 3 persen," ujar Panitera Pengadilan Agama Situbondo, Khadimul Huda kepada TribunMadura.com, Rabu ( 18/12/2019).

Menurutnya, perkara yang tertinggi banyak diajukan cerai gugat oleh istri di tahun 2018 mencapai sebanyak1214 perkara, yang suami yang mengajukan cerai talak mencapai sebanyak 688 perkara.

Namun pada tahun 2019 ini, kata Khadimul Huda, gugatan cerai yang diajukan istri jumlahnya mencapai sebanyak 1219 perkara, sedangkan yang diajukan pihak suami mencapai sebanyak 731 perkara.

"Kasus perkara cerai tertinggi, itu masalah perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus dengan jumlah sebanyak 1351 perkara selama bulan Januari hingga Nopember 2019 ini.

Sedangkan kedua masalah ekonomi dengan jumlah sebanyak 163 perkara," jelasnya.

Ketika ditanya untuk menekan tingginya angka perceraian di Situbondo, Khadimul Huda menjelaskan, selama ini pihak Pengadilan Agama telah berkordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pentingnya rumah tangga agar dipertahankan sebagai keluarga sakinah warohmah.

"Setiap persidangan kita sudah berusaha mendamaikan semua pihak melalui mediasi, bahkan setiap sidang kita usahakan untuk damai," pungkasnya. (Surya/izi)

putus hubungan, cerai, patah hati, bertengkar, ngambek
putus hubungan, cerai, patah hati, bertengkar, ngambek (eharmony.co.uk)
Penulis: Izi Hartono
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved