Baru 6 Bulan Belajar Agama Sudah Bikin Heboh, Gadis Lahirkan Bayi di Kamar Sekolah 'Sulitkan' Polisi

6 Bulan Belajar Agama Sudah Bikin Heboh, Gadis Lahirkan Bayi di Kamar Mandi Sekolah 'Sulitkan' Polisi

Baru 6 Bulan Belajar Agama Sudah Bikin Heboh, Gadis Lahirkan Bayi di Kamar Sekolah 'Sulitkan' Polisi
Tribunmadura/Dony Prasetyo
6 Bulan Belajar Agama Sudah Bikin Heboh, Gadis asal Jember yang Melahirkan Bayi di Kamar Mandi Sekolah Agama di Magetan juga 'Sulitkan' Polisi. 

TRIBUNMADURA.COM, MAGETAN - Polisi masih kesulitan mengorek keterangan dari AF (20), gadis asal Jember yang melahirkan bayi laki-laki di baskom kamar mandi sekolah agama di Magetan, Jawa Timur.

Pihak Polres Magetan hingga saat ini juga belum mendapatkan informasi ayah dari bayi yang dilahirkan gadis muda yang juga pengurus di sekolah agama tersebut.

Polisi hanya mendapatkan sedikit informasi terkait nama dan asal gadis itu.

Salah satunya, bahwa sebelum membuat heboh melahirkan bayi laki-laki di kamar mandi sekolah agama di Magetan, ternyata AF si gadis asal Jember ini mengaku baru enam bulan belajar agama di sekolah dan pondok pesantren tersebut.

Penyidik dari Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Magetan mengaku sudah bertanya banyak kepada gadis itu, namun hanya dijawab nama, umur dan tempat lahir saja.

Misterius Ayah Bayi yang Dilahirkan Gadis Jember di Kamar Mandi Sekolah Agama, Polisi Tak Berkutik

Masih Gadis Wanita ini Lahirkan Bayi di Kamar Mandi Sekolah Agama Magetan, Bayi Tewas di Baskom

10 Fakta Sebenarnya Gadis Lahirkan Bayi di Kamar Mandi Sekolah Agama Magetan: Polisi Kesulitan

Masih gadis, wanita bercadar  melahirkan bayi di kamar mandi sekolah agama di Magetan, bayi tewas di Baskom dan langsjnb membuat warga geger.
Masih gadis, wanita asal Jember melahirkan bayi di kamar mandi sekolah agama di Magetan, bayi tewas di Baskom dan langsjnb membuat warga geger. (Tribunmadura/Dony Prasetyo)

"Ditanya beberapa pertanyaan, yang dijawab hanya nama, umur dan tempat lahir.

Oiya, pasien ini juga mengaku warga Jember dan menuntut ilmu di Ngrandu, Sumberagung, Plaosan, Magetan baru enam bulan lalu," jelas Kanit PPA Mimin, Sabtu (21/12/2019).

Gadis yang lahir pada 10 Desember 1999 di Jember ini tidak mau mengaku bapak dari bayi yang dilahirkan itu.

Bahkan penyidik dari Polisi Wanita (Polwan) pun kesulitan meminta pasien melepas cadarnya itu untuk difoto.

"Saya bingung ditanya hanya dijawab nama, tanggal lahir dan asal. Disuruh buka cadar, untuk di foto, meski sesama perempuan gak mau. Jadi ya sabar," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved