Berawal Kenal Berondong via Aplikasi Chatting Hello Yo, Janda Muda Cantik Malah Tewas Tanpa Busana

Berawal Kenal Berondong Lewat Aplikasi Chatting Hello Yo, Janda Muda Cantik ini Malah Tewas Tanpa Busana

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Mujib Anwar
YouTube
Ilustrasi - Berawal Kenal Berondong Lewat Aplikasi Chatting Hello Yo, Janda Muda Cantik ini Malah Tewas Tanpa Busana 

Berawal kenal berondong muda lewat aplikasi chatting Hello Yo, janda muda cantik ini malah tewas tanpa busana

TRIBUNMADURA.COM, NGAWI - Bermula kenalan dengan seorang berondong muda melalui aplikasi chatting Hello Yo, janda muda cantik asal Ngawi ini akhirnya bernasib tragis.

Dia meregang nyawa dan mayatnya dibuang begitu saja tanpa busana di kebun jagung milik Perhutani, Senin (23/12/2019).

Sementara semua barang berharga milik korban dirampas dan dibawa oleh pelaku pembunuhan sadis tersebut yang bernama M Iqbal Maulana (19).

Nasib itulah yang terjadi pada BU (24), janda muda cantik asal Dusun Kalang, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Setelah empat hari melarikan diri, polisi akhirnya berhasil menangkap M Iqbal Maulana (19) si berondong muda yang menjadi pelaku pembunuhan terhadap BU, si janda muda Ngawi.

Perihal perkenalan pelaku dan korban lewat aplikasi chatting Hello Yo ini diungkap oleh Iqbal Maulana dihadapan penyidik kepolisian yang memeriksanya.

Keduanya berkenalan dan menjalin komunikasi melalui aplikasi Hello Yo sekitar satu bulan.

Hal itu berdasarkan pengakuan pelaku, M Iqbal Maulana (19) saat dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolres Ngawi.

"Kenalnya sudah sekitar sebulan, lewat aplikasi Hello Yo. Setelah perkenalan, dilanjutkan komunikasi via telpon, kemudian pada Minggu (22/12/2019), janjian ketemu. Si korban yang jemput, boncengan naik motor," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat, Jumat (27/12/2019) siang.

Dia mengatakan, pelaku dan korban bertemu di Pertigaan Banjarejo.

Awalnya korban hanya ingin berkeliling alun-alun Ngawi.

Namun pelaku yang mengendarai motor korban ke hutan di Dusun Pojok, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu.

Di tengah perjalanan, korban sempat bertengkar dengan pelaku.

Hingga tiba di kebun jagung di areal Petak 51 Resort Pemangku Hutan (RPH) Sidowayah BKPH Kedunggalar, pelaku memukul korban dengan tangan, dan kunci motor, hingga korban tewas

Setelah korban tewas, pelaku lantas membuang mayatnya dengan tanpa busana di kebun jagung milik Perhutani tersebut.

Residivis Muda

Selain itu, hasil penyelidikan selama empat hari, tim gabungan dari Polres Ngawi dan Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, berhasil mengungkap misteri kasus pembunuhan di kebun jagung Petak 51 Resort Pemangku Hutan (RPH) Sidowayah BKPH Kedunggalar, Dusun Pojok, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu.

Pelaku bernama M.Iqbal Maulana (20) warga Dusun Geneng, Desa Banjar Banggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi.

Pelaku ditangkap di sebuah jalan di Sidoarjo, usai menjual motor milik korban, pada Kamis (26/12/2019) siang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor.

Diketahui, pelaku baru saja keluar dari Lapas Kelas II B Ngawi pada 28 November lalu.

"Pelaku baru saja selsai menjalani proses pidana.

Di sini (Ngawi) dua kali, terakhir 28 November 2019, kemarin baru keluar.

Di Wonogiri satu kali, sasarannya motor semua," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat, Jumat (27/12/2019).

Dia menjelaskan, ketika masih berusia 16 tahun, pada September 2016 pelaku melakukan tindak pidana curanmor.

Kemudian, pada Februari 2018, pelaku kembali melakukan pencurian motor di Wongoiri.

Terakhir, pada September 2018, pelaku melakukan penggelapan sepeda motor di Ngawi, dengan putusan 1 tahun empat bulan penjara.

Pelaku baru keluar dari lapas Ngawi pada 28 November 2019.

Belum genap sebulan, pelaku kembali melakukan tindak kejahatan.

Selama di dalam sel, pelaku berkenalan dengan korban, hingga pada Minggu (22/12/2019) pelaku bertemu korban dan merampas motor korban.

Pohon Jagung jadi Saksi

Senin (23/12/2019), warga Dusun Pojok, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita cantik tak dikenal di Petak 51 Resort Pemangku Hutan (RPH) Sidowayah BKPH Kedunggalar.

Wanita cantik berkulit putih ini ditemukan pada Senin (23/12/2019) sekitar pukul 08.00 WIB oleh warga setempat.

Saat ditemukan, kondisi jasad dalam keadaan terlentang di kebun jagung, tanpa pakaian.

"Betul telah ditemukan mayat seorang perempuan Mrs X yang tergeletak di kebun jagung, keadaan sudah meninggal dunia, keadaan telanjang bulat," kata Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto, saat dihubungi, Senin (23/12/2019).

Dia menuturkan, diduga wanita yang belum diketahui identitasnya inu merupakan korban pembunuhan.

Sebab, ditemukan beberapa luka seperti bekas pukulan pada kepala, mata kiri, dan bekas cekikan pada leher korban.

"Dugaan sementara seperti itu, masih dalam penyelidikan dan pendalaman," ucapnya.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan autopsi guna keperluan penyelidikan.

Setelah dilakukan penyelidikan, identitas wanita cantik yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tanpa busana di Petak 51 Resort Pemangku Hutan (RPH) Sidowayah BKPH Kedunggalar, Dusun Pojok, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, telah diketahui.

Wanita berkulit putih yang ditemukan pada Senin (23/12/2019) sekitar pukul 08.00 WIB ini, berinisial BU.

Korban warga Dusun Kalang, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

"Betul, sudah diketahui identitasnya. Inisial BU warga Dusun Kalang, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat, saat dikonfirmasi, Senin (23/12/2019) malam.

Dia menuturkan, berdasarkan keterangan sejumlah warga, korban si wanita cantik berkulit putih tersebut sehari-hari bekerja sebagai pemandu lagu (freelance).

BU juga diketahui sudah bercerai dan tidak memiliki anak.

Hal senada disampaikan Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto.

Menurutnya, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa wanita berkulit putih ini, berinisial BU warga Dusun Kalang, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Korban sehari-hari bekerja sebagai pemandu lagu.

BU diduga merupakan korban pembunuhan.

Hal itu berdasarkan temuan adanya beberapa luka di kepala dan bekas cekikan pada leher korban.

"Dugaan sementara seperti itu, masih dalam penyelidikan dan pendalaman," kata AKBP Dicky.

Saat ditemukan, kondisi wanita ini dalam keadaan tidak berbusana atau telanjang bulat.

Belum dapat dipastikan oleh polisi, apakah korban juga merupakan korban pemerkosaan.

Hal itu dikatakan, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat, saat dihubungi.

"Kalau diperkosa, kami belum bisa menentukan. Karena belum diautopsi, kami masih menunggu dokter," katanya.

Dia menuturkan, korban diduga dihabisi nyawanya sekitar pukul 02.00 dini hari, atau sekitar empat jam sebelum ditemukan.

Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari tubuh korban.

"Masih baru, sekitar empat jam dari ditemukan sekitar pukul 08.00, kondisinya masih lemas, masih segar," jelasnya.

Dari hasil olah TKP sementara, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya sepatu dan tas milik korban.

Namun polisi tidak menemukan kartu identitas dan ponsel milik korban, serta benda berharga lainnya.

Jasad korban ditemukan sekitar 50 meter dari jalan.

Ada kemungkinan, kendaraan diparkir di jalan, kemudian korban dan pelaku berjalan menuju kebun jagung.

"Kalau pelaku membawa kendaraan, mungkin ditaruh di jalan.

Karena pohon jagung di kebun itu rapat, dan tidak rusak," imbuhnya.

Polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta mencari barang bukti guna mengungkap kasus ini secepatnya.

Setelah empat hari sejak mayatnya, akhirnya Kamis (26/12/2019) pelaku pembunuhan terhadap BU, wanita cantik asal Ngawi berhasil ditangkap oleh tim gabungan di Sidoarjo.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved