Banjir Jakarta

Banjir Jakarta, DKI Jakarta Diprediksi Tenggelam pada 2050, Kebiasaan Warga ini yang Harus Dikurangi

Bahlan dalam jurnal Nature Communications edisi 29 Oktober 2019, Jakarta disebut berpotensi tenggelam pada 2050 nanti.

Editor: Aqwamit Torik
Dokumentasi BNPB
Tampilan banjir Jakarta dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020) 

Namun lebih jauh lagi, peneliti iklim dan laut dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) Intan Suci Nurhati mengatakan, potensi tenggelamnya Jakarta juga disebabkan oleh perilaku masyarakat lokal.

Intan berkata, penyedotan air tanah juga membuat permukaan tanah di Jakarta turun.

"Aktivitas masyarakat lokal termasuk pengambilan air tanah," kata Intan dihubungi Kompas.com ( TribunMadura.com network ) pada Kamis (7/11/2019).

Ramalan Zodiak Jumat 3 Januari : Libra Akan Dapat Kejutan Istimewa, Aries Mempesona, 10 Zodiak Lain?

Daftar Harga iPhone Terbaru Januari 2020, Mulai dari iPhone 8 Plus Hingga iPhone 11 Pro Max

"Kalau untuk Jakarta sendiri, ibaratnya (dampaknya) karena perubahan iklim sampai Jakarta Utara, tapi karena ada pengambilan air tanah (dampaknya) sampai Monas.

Misalnya seperti itu, ini perbandingan saja," terang Intan yang juga termasuk anggota panel ilmuwan IPCC PBB.

Ini artinya, risiko yang diakibatkan pola perilaku masyarakat lebih berdampak buruk dibanding perubahan iklim.

Oleh sebab itu Intan mengatakan, penting untuk mempelajari dampak perubahan iklim yang membuat naiknya muka air laut, tapi kita juga harus memperhatikan bagaimana aktivitas masyarakat lokal.

Pasalnya, hal ini akan berpengaruh pada solusi yang akan diambil ke depan.

"Kalau kita bicara kota seperti Jakarta, jika kita mau menyelamatkan kota ini dari kenaikan permukaan laut dan kita tidak hati-hati melihat mana sih faktor yang lebih dominan, takutnya fokus kita enggak benar," ungkap Intan.

"Misalnya kalau di Jakarta menekan penggunaan air tanah, itu efeknya akan sangat membantu (mengurangi dampak kenaikan air laut yang lebih besar).”

“Nah itu salah satu cara yang bisa kita lakukan secara lokal," imbuh dia.

Menurut Intan, dengan mengetahui penyebab utama suatu masalah dan bisa dilakukan secara lokal, hal ini akan jauh lebih efektif.

Laporan ilmuwan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB juga menunjukkan, perubahan iklim menyebabkan laut semakin panas, semakin asam, dan kekurangan kadar oksigen.

Masuk Januari 2020, 4 Shio ini Diramal Ciong Sial di Tahun Tikus Logam 2020: Simak Cara Mengatasinya

Diramal Bocah Indigo, Masa Janda Ayu Ting Ting Segera Berakhir, Inilah Sosok Pria Beruntung itu?

Pengasaman atau penurunan pH air laut bisa disebabkan karena pengasaman laut (ocean acidification) dan pengasaman pesisir (coastal acidification).

Halaman
123
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved