Breaking News:

Istri Jadi TKI 10 Tahun, Baru Pulang Minta Cerai dan Terjadi Perdebatan, Berujung Rumah Dibongkar

Sebuah postingan viral di Facebook menunjukkan ekskavator yang sedang merobohkan rumah.

Kolase TribunMadura.com (Sumber: istimewa)
Istri Jadi TKI 10 Tahun, Baru Pulang Minta Cerai dan Terjadi Perdebatan, Berujung Rumah Dibongkar 

Rumah itu adalah milik pasangan SS (laki-laki) dan SE (perempuan).

Kepala Desa Tasikmadu Wignyo Handoyo, saat dikonfirmasi, menjelaskan, SE sudah sekitar 10 tahun bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

"Pulang-pulang meminta cerai kepada suaminya," kata Handoyo.

Sang suami yang selama ini hidup di Trenggalek awalnya menolak perceraian itu.

Pihak desa, kata Handoyo, sudah memeditasi pasangan tersebut.

Karena sang istri terus mendesak untuk bercerai, sang suami pun meminta ganti rugi uang dari pembangunan rumah.

Nilainya Rp 200 juta.

"Sang istri awalnya cuma sanggup Rp 40 juta," tambah dia.

Pada mediasi berikutnya, kata Handoyo, sang istri tak lagi menyanggupi ganti rugi uang.

Ia mengusulkan agar rumah dibongkar apabila suaminya tetap ingin meminta uang itu.

"Saya bilang, kalau bisa jangan dibongkar, kan punya anak. Tapi yang mereka tidak mau," sambung dia.

Pasangan itu memiliki seorang anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar kelas 6.

Akhirnya, pasangan itu membuat surat pernyataan kesepakatan bongkar rumah.

Surat ditandatangani berdua di atas materai 6.000.

Sehari setelah surat ditandatangani atau 1 Januari 2020, rumah mulai dibongkar secara bertahap.

Puncaknya, rumah itu dirobohkan dengan alat berat ekskavator, Kamis (3/1/2019) siang.

Pembongkaran diabadikan dengan video oleh warganet.

Video pun diunggah dan viral di grup Facebook di Kabupaten Trenggalek. (aflahulabidin)

Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved