Breaking News:

Setahun 9.597 Hektar Lahan Pertanian di Jatim Berubah Jadi Tempat Bisnis Pengusaha, Pemda Disorot

Setahun 9.597 Hektar Lahan Pertanian di Jawa Timur Berubah Jadi Tempat Bisnis Pengusaha, Pemda Disorot

TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Setahun 9.597 Hektar Lahan Pertanian di Jawa Timur Berubah Jadi Tempat Bisnis Pengusaha, Pemda Disorot 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo menyayangkan bahwa kian menyusutnya lahan pertanian di Jawa Timur dari tahun ke tahun.

Di tahun 2019, seluas 9.597 hektar lahan pertanian di Jawa Timur alih fungsi menjadi tempat bisnis, seperti kawasan pergudangan, perindustrian, dan juga untuk bisnis properti.

Dikatakan Hadi, sejatinya pemerintah daerah punya kewenangan untuk mencegah alih fungsi lahan pertanian teraebut.

Caranya yaitu dengan menerbitkan peraturan daerah tentang Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B).

"Dengan memiliki perda LP2B, pemda akan memiliki pegangan untuk misalnya melarang agar tidak mengeluarkan rekomendasi adanya alih fungsi lahan pertanian di dawrahnya," tegas Hadi, Senin (6/1/2019).

Sejauh ini baru ada sebanyak 14 kabupaten kota yang sudah memiliki Perda LP2B. Yaitu Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Ngawi, Kota Batu.

Lalu, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Gresik, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Lumajang.

"Baru-baru ini ada SE Mendagri dan Direktur Jenderal SP Kementan RI tentang penetapan LP2B pada Revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)," kata Hadi.

Oleh sebab itu di Pemprov Jawa Timur sendiri dalam Perda RTRW yang memasuki masa peninjauan kembali di tahun 2018 salah satu poin besarnya akan dimasukkan pula terkait penetapan LP2B tersebut.

"Penetapan luas LP2B diharapkan sesuai dengan luas lahan sawah yang tersedia sesuai atau sesuai dengan hasil audit Kementan tahun 2012," imbuhnya.

Di sisi lain, lantaran lahan pertanian Jatim menyusut tiap tahunnya dilakukan upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.

Diantaranya adalah peningkatan produktivitas melalui sistim budidaya yang lebih baik melalui penggunaan benih unggul bersertifikat.

"Penerapan teknologi on farm dan off farm yang lebih baik yaitu penggunaan alat mesin pra dan pasca panen serta alat prosesing hasil dryer akan dapat mengurangi dapat pengurangn produksi akibat berkurangnya lahan pertanian," tegas Hadi.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved