Breaking News:

Berita Bangkalan

Jadi TKI di Malaysia Bikin Dua Warga Sumenep Madura ini Mudah Kulakan 1 Ons Sabu di Bangkalan

Menjadi TKI di Malaysia membuat dua warga Sumenep Madura ini dengan mudah kulakan sabu di Bangkalan seberat 1 ons

TRIBUNMADURA/MOHAMMAD ROMADONI
Menjadi TKI di Malaysia membuat dua warga Sumenep Madura ini dengan mudah kulakan sabu di Bangkalan seberat 1 ons 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Bangkalan berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat satu ons dari tangan dua warga asal Kabupaten Sumenep, Madura.

Kedua warga Sumenep yang kulakan sabu di Bangkalan adalah, ANS (31) dan MZN (28), warga Desa Tamba Agung Tengah Kecamatan Ambunten, Sumenep.

Mereka dibekuk ketika melintas di tepi Jalan Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jumat (3/1/2020) sekitar pukul 01.30 WIB.

"Mereka baru kembali dari Malaysia ( sebagai TKI ) dan bersepakat mengedarkan sabu," ungkap Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, Rabu (8/1/2020).

Penangkapan kedua tersangka berawal dari kecurigaan terhadap Mitsubishi pikap berwarna hitam.

VIRAL Video Gadis Madura Berzina Siang Hari di Lapangan, Tersebar di Grup WhatsApp Pelaku Siswi SMK

Nikah 94 Kali dan Sehari Kawini 3 Wanita, Sejak ABG Hasrat Asan Punya Banyak Istri Tak Terbendung

Berbalut Tangis Haru, Anggota TNI Pelaku Penusukan Polisi Pamekasan Minta Keluarga Tak Balas Dendam

Menjadi TKI di Malaysia membuat dua warga Sumenep Madura ini dengan mudah kulakan sabu di Bangkalan seberat 1 ons, namun berghasil ditangkap Satreskoba Polres Bangkalan.
Menjadi TKI di Malaysia membuat dua warga Sumenep Madura ini dengan mudah kulakan sabu di Bangkalan seberat 1 ons, namun berghasil ditangkap Satreskoba Polres Bangkalan. (TRIBUNMADURA/AHMAD FAISOL)

Mobil bak terbuka tanpa muatan bernopol M 8549 VD itu melaju dengan kecepatan tinggi.

Rama menjelaskan, para tersangka baru saja mengambil satu Ons sabu kepada DPO RY warga Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Kesepakatannya, lanjut Rama, sabu diedarkan senilai Rp 850 ribu per gram.

Pembayaran kepada RY dilakukan setelah satu Ons sabu telah terjual.

"Tersangka ANS, MZN, dan DPO RY berteman selama merantau dan menjadi TKI di Malaysia.

Mereka lantas pulang dan bersepakat untuk mengedarkan sabu," jelasnya.

Rama menambahkan, keberhasilan Satreskoba Polres Bangkalan dalam mengungkap kasus peredaran sabu seberat 1 Ons itu setidaknya telah menyelamatkan 2.000 orang dari racun narkoba.

"Kami masih memburu DPO RY. Adapun tersangka ANS dan AZN terancam pidana maksimal 20 tahun penjara," tegasnya.

Selain barang bukti sabu seberat 1 Ons, Polres Bangkalan juga menyita satu unit mobil pikap dan sebuah ponsel yang dijadikan alat komunikasi dalam bertransaksi.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved