Berita Surabaya

AWAS, Tiap Hari 100 Pelanggar Lalu Lintas Kejepret CCTV E-Tilang di Surabaya, Sanksi siap Menanti?

AWAS, setiap hari sebanyak 100 pelanggar lalu lintas kejepret kamera CCTV E-Tilang di Surabaya, sanksi siap menanti

AWAS, Tiap Hari 100 Pelanggar Lalu Lintas Kejepret CCTV E-Tilang di Surabaya, Sanksi siap Menanti?
Tribunnews/Jeprima
AWAS, setiap hari sebanyak 100 pelanggar lalu lintas kejepret kamera CCTV E-Tilang di Surabaya, sanksi siap menanti 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Meski saat ini program Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE ) atau e-tilang masih dalam tahap uji coba, Polrestabes Surabaya menyatakan banyak pelanggar yang bisa termonitor melalui kamera CCTV yang terintegrasi dengan Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jatim.

Tercatat, dalam sehari saja rata-rata ada 100 pelanggar yang terekam dan tercapture alias kejepret kamera CCTV yang tersebar di 23 titik khusus ETLE / e-tilang di Surabaya.

"Ada 100 pelanggar per harinya. Paling dominan pelanggaran marka jalan ya. Meskipun memang ada yang sabuk pengaman, menggunakan handpone di jalan, melanggar rambu dan over speed juga dapat terekam," kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, Rabu (15/1/2020).

Lebih lanjut, Teddy menyebut jika tiap pelanggaran yang tercapture kamera CCTV itu masih belum dapat ditilang.

Sebab, sampai saat ini, Polrestabes Surabaya masih menunggu program tersebut resmi di launching oleh Ditlantas Polda Jatim.

"Sejauh ini masih tahap uji coba. Sudah satu minggu ini. untuk penegakan hukumnya kami menunggu launching Polda," tambahnya.

Meski dalam tahap uji coba, Teddy Chandra menegaskan, jika telah mengirim surat berisi teguran dan imbauan kepada masyarakat berikut bukti capture pelanggaran yang berhasil terekam kamera.

"Sudah ada pelanggar yang kami berikan surat teguran. Karena saat ini belum berlaku resmi untuk penegakan hukum," lanjutnya.

Teknis penegakan hukum bagi pelanggar itu dijelaskan Teddy melalui proses calture rekaman pelanggaran yang dapat dianalisa oleh tom di RTMC Polda Jatim.

Kemudian pelanggar yang sudah teridentifikasi identitas dan alamatnya akan dikirimkan surat pemberitahuan melalui kantor Pos.

Selanjutnya, setah surat tersebut diterima, maka pelanggar akan diberikan waktu selama 15 hari untuk melakukan proses konfirmasi dan verifikasi di posko gakkum di Mal Pelayanan Publik Siola.

Teddy mengimbau, agar masyarakat tetap taat peraturan lalu lintas mengingat aktifitasnya dijalanan terekam kamera CCTV.

"Harapan kami agar masyarakat lebih tertib dan sadar ketertiban berlalu lintas di jalanan," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved