Breaking News:

PP Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Komitmen Dukung Regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Fatwa itu disetujui melalui pertemuan dalam rangka dukungan terhadap regulasi kawasan tanpa rokok di Kantor PP Muhammadiyah.

Pixabay/sarahjohnson1
ilustrasi - PP Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Komitmen Dukung Regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) 

Menurutnya, rokok vape atau disebut e-cigarette hukumnya adalah haram, layaknya rokok konvensional pada umumnnya.

"Merokok e-cigarette sama saja mengonsumsi khabais (merusak/membahayakan)," ujar dia.

"Serta mengandung unsur menjatuhkan diri dalam kebinasaan," cetusnya.

Fatwa tersebut, lanjut Wawan, merujuk QS Al-Baqarah (2:195) dan QS An-Nisa (4:29).

Rokok elektrik ini berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain yang terkena paparan uapnya.

Hal itu sebagaimana sudah disepakati para ahli medis maupun akademisi.

Sudah Punya Tiga Orang Cucu, Nenek di Surabaya Hobi Isap Sabu, Ngakunya Agar Menambah Stamina

GEGER Sumur Bor Semburkan Api Setinggi 50 cm di Pamekasan, Warga Enggan Mendekat ke Lokasi

"Sama dengan rokok konvensional, e-cigarette diakui mengandung zat adiktif dan unsur racun yang bahaya," jelas dia.

"Dampak buruk e-cigarette pun dapat dirasakan pada jangka pendek, maupun panjang," ucapnya.

Wawan berharap, PP Muhammadiyah bisa berpartisipasi secara aktif dalam upaya pencegahan rokok, baik konvensional maupun elektrik.

Ia menilai, langkah ini  masuk kaedah amar maruf nahi munkar serta demi kemaslahatan umat, terutama generasi muda.

Halaman
123
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved