Breaking News:

PP Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Komitmen Dukung Regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Fatwa itu disetujui melalui pertemuan dalam rangka dukungan terhadap regulasi kawasan tanpa rokok di Kantor PP Muhammadiyah.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Pixabay/sarahjohnson1
ilustrasi - PP Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Komitmen Dukung Regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) 

Fatwa itu disetujui melalui pertemuan dalam rangka dukungan terhadap regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kantor PP Muhammadiyah

TRIBUNMADURA.COM - PP Muhammadiyah resmi melabeli rokok elektrik dengan stempel haram.

Hal itu ditegaskan PP Muhammadiyah lewat fatwa tegasnya, yang menyatakan jika rokok elektrik diharamkan.

Fatwa itu disetujui melalui pertemuan dalam rangka dukungan terhadap regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (24/1/2020).

Tak Lagi Jadi Karyawan, Pria di Sampang Nekat Bobol Gudang Rokok, Rugikan Mantan Bos Jutaan Rupiah

Tiga Remaja Kompak Mencuri Kotak Amal Masjid di Sejumlah Lokasi, Hasilnya Buat Beli Rokok dan Velg

Pengakuan Mengejutkan Geng Remaja Sewaan, Dibayar Sebungkus Rokok dan Rp 70 Ribu Jika Menang Tawuran

Majelis Tarjih dan Tajdid seakan meneguhkan posisi PP Muhammadiyah, terhadap fenomena rokok elektrik ini.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid menuturkan, rokok konfensional maupun elektrik memiliki dampak yang sama-sama membahayakan kesehatan.

Karena itu, pihaknya pun merasa perlu mengambil sikap, yakni dengan mengumumkan rokok elektrik haram.

"Ya, dengan mengeluarkan fatwa mengenai larangan rokok elektronik atau sering disebut vape," kata dia.

"Larangan ini dikeluarkan oleh Majelis Tarjih pada 14 Januari 2020 di Yogyakarta," sambungnya.

Hal ini sekaligus mempertegas fatwa yang dikeluarkan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah 2010 lalu tentang hukum merokok.

Daftar Harga Rokok Terbaru setelah Tarif Cukai Rokok Naik 2020, Marlboro Ice Blast Capai Rp 52.500

Siswa SMK Merokok Saat Jam Sekolah, Ditegur Gurunya Namun Tak Terima, Malah Bunuh Gurunya Sendiri

Menurutnya, rokok vape atau disebut e-cigarette hukumnya adalah haram, layaknya rokok konvensional pada umumnnya.

"Merokok e-cigarette sama saja mengonsumsi khabais (merusak/membahayakan)," ujar dia.

"Serta mengandung unsur menjatuhkan diri dalam kebinasaan," cetusnya.

Fatwa tersebut, lanjut Wawan, merujuk QS Al-Baqarah (2:195) dan QS An-Nisa (4:29).

Rokok elektrik ini berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain yang terkena paparan uapnya.

Hal itu sebagaimana sudah disepakati para ahli medis maupun akademisi.

Sudah Punya Tiga Orang Cucu, Nenek di Surabaya Hobi Isap Sabu, Ngakunya Agar Menambah Stamina

GEGER Sumur Bor Semburkan Api Setinggi 50 cm di Pamekasan, Warga Enggan Mendekat ke Lokasi

"Sama dengan rokok konvensional, e-cigarette diakui mengandung zat adiktif dan unsur racun yang bahaya," jelas dia.

"Dampak buruk e-cigarette pun dapat dirasakan pada jangka pendek, maupun panjang," ucapnya.

Wawan berharap, PP Muhammadiyah bisa berpartisipasi secara aktif dalam upaya pencegahan rokok, baik konvensional maupun elektrik.

Ia menilai, langkah ini  masuk kaedah amar maruf nahi munkar serta demi kemaslahatan umat, terutama generasi muda.

"Pusat-pusat kesehatan di lingkungan Muhammadiyah pun harus mengupayakan fasilitas," kata dia.

"Untuk memberikan terapi, membantu masyarakat yang hendak berhenti merokok, baik konvensional, maupun e-cigarette," tandasnya.

Sementara itu, Peneliti Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC), Dianita mengatakan, keberadaan vape yang semakin merebak memang sudah seharusnya disikapi oleh satu di antara ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut. 

"Vape ini bisa diakses di mana saja, lewat online shop, dan sebagainya," ungkap dia.

"Akibatnya, anak kecil sekarang sudah mulai pakai. Terus terang ya, kita prihatin," tambahnya.

"Karena dari tahun ke tahun, usia perokok pemula (10-18 tahun) malah meningkat terus," katanya.

Tiga Pelaku Peredaran Narkoba Ditangkap Polres Sampang, Satu Tersangka Berstatus Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga asal Sampang Nekat Jadi Bandar Sabu, Ditangkap saat Sedang Gendong Anak Bungsu

Padahal, ujarnya, pada rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2019, angka perokok usia pemula ini diterget bisa ditekan hingga 5,4 persen.

Tapi kenyataannya, kata dia, hingga akhir tahun lalu, malah terjadi peningkatan prevalensi, mencapai 9,1 persen. 

"Artinya, target nasional itu tidak tercapai. Salah satu penyebabnya tentu anak-anak di usia pemula ini mulai mencoba vape," ucap dia.

"Ada akses yang semakin besar bagi mereka untuk masuk dan menjadi pecandu nikotin," pungkas Dianita. (aka)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul BREAKING NEWS: PP Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Ini Penjelasannya

Ngamuk Kaleng Susu Anak Hendak Dibawa Polisi, Bandar Sabu di Sampang Simpan BB di Tempat Tak Terduga

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved