Liga 1 2020

Pernah Kena Denda, Persebaya Surabaya Minta Aturan Jelas soal Menyalakan Flare saat Pertandingan

Persebaya Surabaya beberapa kali mendapat sanksi denda karena adanya flare saat pertandingan.

Pernah Kena Denda, Persebaya Surabaya Minta Aturan Jelas soal Menyalakan Flare saat Pertandingan
TRIBUNMADURA.COM/HABIBUR ROHMAN
Suporter Persebaya Surabaya menyalakan flare di Stadion Gelora Bung Tomo 

Persebaya Surabaya beberapa kali mendapat sanksi denda karena adanya flare saat pertandingan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya meminta adanya aturan jelas terkait menyalakan flare saat pertandingan.

Persebaya Surabaya berharap, PSSI memberikan aturan jelas soal flare jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2020.

Sekretaris Persebaya Surabaya, Ram Surahman mengaku, mengangkat masalah aturan menyalakan flare ini saat Kongres Tahunan PSSI di Bali Sabtu (25/1/2020) lalu.

Manajemen Arema FC Akui Puas Rekrut Pemain untuk Liga 1 2020, Tunggu Hasil Baik dari Tim Pelatih

Osvaldo Haay Belum Balas Tawaran Kontrak Persebaya Surabaya, Aji Santoso Singgung Soal Masalah Hati

Tawaran Kontrak Persebaya Surabaya Belum Dibalas Osvaldo Haay, Aji Santoso: Enggak Masalah

"Menyalakan flare, itu jelas salah jika pertandingan masih berlangsung," kata Ram Surahman, Minggu (26/1/2020).

"Jadi menit ke berapa setelah pertandingan supaya tidak kena denda," sambung dia.

Ram Surahman menuturkan, berkaca dari pengalaman pada musim sebelumnya, Persebaya Surabaya pernah mendapat denda karena menyalakan flare setelah pertandingan berakhir.

"Pernah setelah 90 menit berakhirnya pertandingan, kami menyalakan flare. Tapi tetap kena denda," ungkap Ram Surahman.

Suasana penonton usai pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (29/10/2019).  Hasilnya Persebaya dikalahkan PSS Sleman dengan skor akhir 2-3, dan memicu kericuhan dan rusuh.
Suasana penonton usai pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (29/10/2019). Hasilnya Persebaya dikalahkan PSS Sleman dengan skor akhir 2-3, dan memicu kericuhan dan rusuh. (TRIBUNMADURA/HABIBUR ROHMAN)

Dengan usulan ini, Ram Surahman berharap, ada regulasi yang mendetail terkait aktivitas menyalakan flare.

Ia juga berharap agar regulasi menyalakan flare dibahas saat persiapan menjelang pertandingan atau saat MCM.

"Selama ini setiap MCM tidak ada pembahasan soal ini," kata dia.

"Lalu kami kena denda gara-gara flare. Padahal pertandingan sudah selesai," imbuhnya.

Masa Pemusatan Latihan Arema FC Berakhir, Pelatih Mario Gomez Beber Hasil Perubahan pada Timnya

Persebaya Hentikan Perburuan Pemain untuk Liga 1 2020, ini Daftar 27 Penggawa Milik Bajul Ijo

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved