Berita Mojokerto

Ingin Hidup Borju, Tiga Siswa SMP Mojokerto 9 Kali Menjarah Uang Rp 82,5 Juta Milik Panti Asuhan

Ingin hidup mewah dan borju, tiga siswa SMP Mojokerto ini 9 kali menjarah uang Rp 82,5 juta milik panti asuhan

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/MOHAMMAD ROMADONI
Ingin hidup mewah dan borju, tiga siswa SMP Mojokerto ini 9 kali menjarah uang Rp 82,5 juta milik panti asuhan 

Ingin Hidup Mewah dan Borju, 3 Siswa SMP Mojokerto 9 Kali Jarah Uang Rp 82,5 Juta Milik Panti Asuhan

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Polisi Satreskrim Polres Mojokerto menangkap tiga siswa SMP yang melakukan aksi pencurian sebanyak sembilan kali di Panti Asuhan Dahlan As-Syafi , Dusun Mojogeneng, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Akibat pencurian yang dilakukan oleh ketiga bocah tersebut, kerugian yang dialami Panti Asuhan Dahlan As-Syafi mencapai Rp 82,5 juta.

Ketiga tersangka pencurian ini bernama RA (15) dan MA (15) yang berperan sebagai esksekutor pelaku pencurian di panti asuhan.

Sedangkan satu tersangka AM (16) merupakan penghuni panti asuhan dan berperan sebagai orang dalam yang memberikan informasi barang berharga korban sekaligus inisiator pencurian di tempat tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan kasus pencurian yang dilakukan tiga siswa SMP ini terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV), Kamis (16/1/2020).

Dari rekaman kamera CCTV tersebut terlihat dua tersangka RA dan MA saat mencongkel jendala dan pintu samping panti asuhan.

"Tersangka RA dan Ma mencuri uang dan laptop milik pemilik panti asuhan yang terekam kamera CCTV," ungkapnya, Selasa (28/1/2020).

Ia mengatakan tersangka RA pertama kali mencuri bersama tersangka AM.

Mereka mencuri uang Rp 1 juta yang berada di dalam laci lemari kamar milik pengasuh panti asuhan.

Setelah itu, tersangka RA mengajak tersangka MA untuk melakukan pencurian lagi sampai 9 kali.

"Modus pencurian mereka yakni membongkar jendela tempat panti asuhan dan mengambil barang berharga milik korbannya," ujarnya.

Masih kata AKBP Feby DP Hutagalung, pemilik panti asuhan berinisiatif memasang kamera CCTV karena jengkel sering kemalingan.

Dari rekaman kamera CCTV tersebut akhirnya terungkap identitas pencuri yang masih dibawah umur ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved