Breaking News:

Berita Nganjuk

Pelabelan Rumah Keluarga Miskin Penerima PKH Baru 35 Persen, Ribuan Peserta Mundur Merasa Mampu

Pelabelan rumah keluarga miskin penerima program bantuan PKH di Nganjuk belum mencapai separuh, tapi ribuan warga mengundurkan diri.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD AMRU MUIZ
Pelebelan rumah warga miskin penerima PKH di Kabupaten Nganjuk terus dilakukan sebagai wujud pengawasan dan kontrol sosial oleh masyarakat. 

Dijelaskan Kholik, pelabelan rumah warga penerima PKH tersebut sebenarnya bukan keharusan melainkan sekedar imbauan.

Dimana maksud pelabelan rumah penerima PKH sebagai salah satu bentuk kontrol atau pengawasan dari pendamping dan masyarakat.

Suzuki Swift Berhenti di Pinggir Jalan, Wanita Bangkalan ini Ditangkap Polisi: Isi Dompet jadi Saksi

Dengan demikian masyarakat bisa mengetahui dan menilai bagaimana kondisi dari penerima PKH itu sebenarnya.

Mereka layak menerima program untuk orang kategori miskin atau tidak.

"Dari situ tentu ada tekanan sosial di lingkunganya bagi warga yang sebenarnya tidak berhak karena sudah mampu tapi tetap saja menerima PKH.

Jadi pelabelan itu lebih sebagai alat kontrol sosial dari masyarakat terhadap kelayakan para penerima PKH," ucap Kholik.

Memang, dikatakan Kholik, dari adanya kegiatan pelabelan rumah penerima PKH di Kabupaten Nganjuk cukup berpengaruh.

Yakni adanya penerima PKH yang mengundurkan diri karena malu rumahnya dilabel miskin setelah sebenarnya mampu.

Dimana hingga akhir tahun 2019 lalu jumlah penerima PKH yang mengundurkan diri (graduasi mandiri) di kabupaten Nganjuk mencapai sekitar 1.600 warga, termasuk yang graduasi secara alami setelah tidak ada komponen (tidak memiliki anak).

Meski demikian, ungkap Kholik, walaupun ada penerima PKH yang mengundurkan diri tetapi untuk jumlah penerima PKH di Kabupaten Nganjuk untuk tahun 2020 ini justru mengalami peningkatan.

Sunda Empire Menggertak Jokowi Jika Tak Menurut, Putra Jokowi Kaesang Berikan Respon yang Berbeda

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved