Breaking News:

Berita Pamekasan

Pelaku Pembunuhan di Pasar Selasaan Pamekasan Dituntut 14 Tahun Penjara, Keluarga Korban Protes

Pelaku pembunuhan di Pasar Selasaan Pamekasan dituntut 14 tahun penjara, keluarga korban protes

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Terdakwa kasus pembunuhan, Ruslan saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Pamekasan, Madura, Rabu (29/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Keluarga Rasidi, korban pembunuhan di Pamekasan merasa kecewa terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Ruslan, terdakwa pembunahan dengan tuntutan hukuman 14 tahun penjara.

Kuasa Hukum Korban, Muslim mengatakan, keluarga korban sangat kecewa dengan tuntutan JPU yang diberikan terhadap terdakwa Ruslan dengan tuntutan hukuman 14 tahun penjara.

Sebab, menurut dia, dalam tuntutan tersebut, JPU tidak mencantumkan pasal pembunuhan berencana.

"Padalah dari keterangan saksi-saksi sudah menunjukkan kalau itu pembunuhan berencana," kata Muslim kepada TribunMadura.com, saat ditemui di Kantor Pengadilan Negeri Pamekasan, Rabu (29/1/2020).

"Apalagi keluarga korban sudah menyampaikan, kalau sebelum-sebelumnya, korban sudah ada yang mengintai," sambungnya.

Mirip Sulap, China Cuma Butuh 48 Jam Bikin Rumah Sakit Khusus Virus Corona yang Muat 1.000 Pasien

Divonis Seumur Hidup, Pelaku Pembunuhan Pasutri Pengusaha di Tuban Jalan Pakai Tongkat

Pernah Bela Arema FC, Nasir Ungkap Perlakuan Bonek padanya setelah Pindah ke Persebaya Surabaya

Lebih lanjut Muslim berharap, semoga hakim nantinya lebih profesional lagi dan lebih membuka hati nuraninya dengan tidak memberi putusan yang sekiranya merugikan bagi keluarga korban.

"Kerena terdakwa menghilangkan nyawa korban. Selain itu, hilangnya tulang punggung perekonomian keluarga korban. Menghilangkan ayah dari seorang anak dan suami dari seorang istri," ujarnya.

Sementara itu, Joko Surhayanto selaku JPU mengatakan, pasal yang dikenakan kepada terdakwa Ruslan yakni pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Menurutnya, pasal tersebut dikenakan kepada terdakwa karena sesuai dengan pertimbangan terkait penderitaan yang dialami oleh keluarga korban.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved