Berita Pamekasan

Petani Jagung di Pamekasan Panen Hama Ulat, Modal Jutaan Langsung Amblas

Para petani jagung di Kabupaten Pamekasan madura panen hama ulat dan membuat modal jutaan yang dikeluarkan langsung amblas

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Petani jagung di Dusun Sumber Bulan, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura menunjukkan hama ulat yang menyerang lahan jagung di ladangnya, Kamis (30/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Petani jagung di Dusun Sumber Bulan, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura panen hama ulat.

Dalam sehari, petani dapat mengumpulkan sebanyak 500 ekor hama ulat dari ladang miliknya.

In setelah lahan pertanian di desa tersebut diserang hama ulat jagung.

Ulat-ulat tersebut memakan seluruh bagian daun dan tulang daun tanaman jagung milik warga setempat yang ditanam diladangnya.

Akibat dari mewabahnya hama ulat ini, petani setempat berkeinginan untuk beralih menanam kacang hijau.

Sebab mereka mengaku mengalami kerugian hingga 100 persen.

Selain itu, Petani Jagung setempat juga mengalami gagal panen.

Petani Jagung Desa Tanjung, Juhari mengatakan, setiap hari, dia dan keluarganya bisa mengumpulkan sekitar 200 hingga 500 ulat jagung yang bersembunyi dibalik pertengahan batang tanaman jagung yang ditanam diladangnya.

Kata pria berusia 55 tahun itu, ladang jagung seluas 2.5 hektare miliknya, saat ini kondisi daun dan tulang daun tanaman jagungnya ludes dimakan hama ulat tersebut.

"Hama ulat ini mulai menyerang tanaman jagung milik warga sini sekitar tanggal 1 Januari 2020 hingga saat ini," kata Juhari kepada TribunMadura.com saat ditemui di ladang jagungnya ketika sedang mencari hama ulat.

Selain itu, Juhari mengutarakan, tahun-tahun sebelumnya, di Desanya tidak pernah mengalami kejadian seperti ini.

Pria tiga anak itu mengaku resah dan mengalami kerugian yang cukup banyak akibat hama ulat ini.

"Saya sudah menanam dua kali. Tanaman pertama itu sekitar awal bulan Januari saya tanam, terus dimakan ulat," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved