Breaking News:

Berita Pamekasan

Petani Jagung Pamekasan Gagal Panen, Pasrah setelah 50 Hektare Lahan Tanamannya Diserang Hama Ulat

Hama ulat menyerang tanaman jagung milik warga Desa Tanjung Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Juhari, petani jagung di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura saat mencari hama ulat di sawahnya, Kamis (30/1/2020). 

Hama ulat menyerang tanaman jagung milik warga Desa Tanjung Kabupaten Pamekasan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Tanaman jagung seluas sekitar 50 hektare milik petani di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, diserang hama ulat, Kamis (30/1/2020).

Hama ulat tersebut memakan seluruh bagian daun dan tulang daun tanaman jagung milik warga setempat.

Banyak petani di Desa Tanjung mengalami gagal panen, seperti yang dialami oleh Juhari.

Jadwal Tes SKD CPNS 2019 di Pamekasan, Denah Lokasi Pelaksanaan dan Alur Peserta Ada di Sini!

Ribuan Blangko Ijazah SD dan SMP di Pamekasan Dibakar, Pembakaran Disaksikan Langsung Polisi

Bisnis Prostitusi Online di Sumenep Terbongkar, Gerak-Gerik Muncikari Inilah Jadi Awal Pengungkapan

Pemilik lahan seluas 2.5 hektare itu mengaku, daun tanaman jagungnya ludes dimakan hama ulat.

Kata pria berkulit sawo matang itu, hama ulat tersebut menyerang tanaman jagungnya sekitar tanggal 1 Januari 2020 hingga saat ini.

Ia mengaku, bisa mengumpulkan sekitar 200 hingga 500 ulat jagung yang bersembunyi di balik tengah batang tanaman.

"Setiap hari pekerjaan saya sekarang di sawah selalu mencari ulat dan diwadahi botol bekas," kata Juhari kepada TribunMadura.com saat ditemui di sawahnya.

"Kalau sudah dapat banyak, ulat-ulat itu saya berikan untuk pakan ayam saya," sambung dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved