Breaking News:

Berita Pamekasan

Petani Jagung Pamekasan Gagal Panen, Pasrah setelah 50 Hektare Lahan Tanamannya Diserang Hama Ulat

Hama ulat menyerang tanaman jagung milik warga Desa Tanjung Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Juhari, petani jagung di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura saat mencari hama ulat di sawahnya, Kamis (30/1/2020). 

Selain itu, Juhari mengutarakan, tahun-tahun sebelumnya, di desanya tidak pernah mengalami kejadian seperti ini.

Pemuda Tuban Sebar Foto Dewasa Siswi SMA ke Instagram dan WhatsApp, Tak Terima Cintanya Diputus

Pria tiga anak itu mengaku resah dan mengalami kerugian yang cukup besar akibat hama ulat ini.

"Saya sudah menanam dua kali. Tanaman pertama itu, saya tanam sekitar awal bulan Januari 2020, terus dimakan ulat," ujarnya.

"Saya tidak putus asa, lalu saya menanam lagi. Malah dimakan ulat lagi, ya sampai sekarang ini. Modal dua kali tanam itu kisaran Rp 1.2 Juta," keluhnya.

Saat ini, Juhari menyebut hanya bisa pasrah dengan mewabahnya hama ulat ini Desanya.

Sebab, dia mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk memusnahkan ulat-ulat tersebut dari tanaman jagung miliknya.

Kota Batu Dilanda Bencana setelah Diguyur Hujan Deras, Kawasan Wisata Payung Digenangi Sisa Longsor

Namun kata dia, hasilnya tetap nihil, ulat-ulat itu justru semakin tumbuh subur, yang semula ulatnya berwarna hijau kini berubah menjadi hitam kecoklatan.

"Sudah saya semprot memakai obat Lanit (obat pembasmi ulat), tapi tetap tidak mati malah tambah banyak ulatnya dan makin besar-besar," ceritanya.

Juhari berharap, Dinas Pertanian Pamekasan turun ke desa untuk membantu para petani dan memberikan solusi terkait tata cara membasmi hama ulat tersebut.

"Saya tidak melapor ke Kepala Desa, karena tanaman jagung milik beliau sepertinya juga terserang hama ulat," bebernya.

"Ya semoga dari Dinas Pertanian bisa memberikan solusi dan bantuan kepada kami, supaya ulat-ulat ini bisa musnah," harapnya.

Tiga Pria & Dua Wanita Digerebek Polisi di Kamar Hotel Sumenep, Satu Pelaku Diduga sebagai Muncikari

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved